— BCA Sekuritas menilai nilai wajar saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) berada pada rentang Rp 810–815 per saham, berdasarkan dua pendekatan valuasi yang digunakan perusahaan sekuritas tersebut.

Riset rumah broker itu menyatakan fundamental bisnis CDIA tetap kuat, dengan prospek pertumbuhan yang solid baik melalui jalur organik maupun anorganik.

“Permintaan energi diperkirakan tetap tinggi dalam tiga tahun ke depan, didukung oleh rencana beroperasinya pabrik Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC) milik TPIA pada 2027F,”

Dalam riset yang dirilis Senin (13/7/2026), BCA Sekuritas juga menyoroti peluang merger dan akuisisi di segmen pelabuhan dan penyimpanan sebagai bagian dari pipeline pertumbuhan CDIA.

Strategi Ekspansi dan Target Armada

Di segmen logistik, CDIA menargetkan peningkatan armada pelayaran menjadi setidaknya 15 kapal dalam 2–3 tahun ke depan. Perusahaan berada pada fase ekspansi yang menurut analis berpotensi mendorong pertumbuhan pendapatan di atas 20% per tahun.

Metode Valuasi

BCA Sekuritas memaparkan dua metode valuasi untuk menentukan nilai wajar CDIA. Berdasarkan Discounted Cash Flow (DCF), nilai wajar ditetapkan pada Rp 815 per saham dengan mempertimbangkan fase ekspansi perusahaan.

Sedangkan menurut Dividend Discount Model (DDM) dengan asumsi dividend payout ratio 40%, nilai wajar CDIA dihitung sebesar Rp 810 per saham.

Pergerakan Saham

Saham CDIA tercatat ditutup stagnan pada level Rp 615 pada perdagangan Jumat (10/7/2026). Dalam sebulan terakhir, harga saham perusahaan tercatat turun sebesar 11,51%.