— Investor asing mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 501,4 miliar pada perdagangan saham sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (14/7/2026).

Aksi jual asing terutama menekan dua emiten perbankan besar, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).

Detail Penjualan di BBRI

Berdasarkan data BEI yang dilansir Stockbit Sekuritas, asing mencatatkan net sell saham BBRI senilai Rp 202,8 miliar, jika dihitung berdasarkan harga rata-rata pada sesi I. Volumenya sebanyak 71,2 juta saham.

Aksi di pasar reguler itu terjadi saat harga saham BBRI melemah. Hingga berita ini ditayangkan, saham BBRI melemah 1,05% ke level Rp 2.840. Dengan begitu, dalam sebulan terakhir, BBRI melemah 0,35%. Selama year to date (ytd), BBRI turun 22,4%.

Data IDX mengungkap, tercatat sudah sebanyak 139,7 juta saham BBRI ditransaksikan, dengan frekuensi 27 ribu kali, dan nilai transaksi mencapai Rp 397,7 miliar.

Pergerakan ini berbalik dari perdagangan kemarin, Senin (13/7/2026), ketika saham BBRI banyak dibeli asing atau net buy asing mencapai Rp 23,2 miliar.

Penjualan di BMRI

Asing mencatatkan net sell saham BMRI senilai Rp 178,3 miliar, jika dihitung berdasarkan harga rata-rata pada sesi I. Volumenya sebanyak 42,6 juta saham.

Aksi di pasar reguler itu terjadi saat harga saham BMRI melemah. Hingga berita ini ditayangkan, saham BMRI melemah 1,4% ke level Rp 4.190. Dengan begitu, dalam sebulan terakhir, BMRI melemah 0,2%. Selama year to date (ytd), BMRI turun 17,8%.

Data IDX mengungkap, tercatat sudah sebanyak 109,4 juta saham BMRI ditransaksikan, dengan frekuensi 23,6 ribu kali, dan nilai transaksi mencapai Rp 458,1 miliar.

Perdagangan ini juga berbalik dari hari sebelumnya, Senin (13/7/2026), ketika saham BMRI banyak dibeli asing atau net buy asing mencapai Rp 65,8 miliar.