Detak.media — Andry Hakim mengatakan kenaikan investasi dari Rp 500 juta menjadi Rp 1 triliun dalam enam tahun bukanlah mukjizat, melainkan soal skala angka dan strategi investasi. Pernyataan itu disampaikannya saat berbicara pada sesi Money Lab di sebuah acara pasar modal, Selasa (30/6/2026).
Dia menegaskan modal awal yang besar memudahkan pencapaian imbal hasil yang signifikan, sementara modal kecil hanya efektif untuk latihan dan bukan jalan cepat menuju kebebasan finansial.
“Saya dari Rp 500 juta ke Rp 1 triliun cuma butuh 6 tahun dari tahun 2020 ke 2025,” ujar Andry.
Andry menguraikan pendekatannya: sebelum serius berinvestasi, seseorang sebaiknya memperbesar penghasilan sehingga modal yang diinvestasikan juga signifikan—misalnya di atas Rp 100 juta.
“Saya realistis saja. Karena Rp 10 juta, kalau untung 100%, untungnya juga Rp 10 juta. Menurut saya minimal Rp 100 juta. Kalau kecil-kecil, boleh buat latihan. Karena tidak bisa financial freedom dari investasi Rp 100 ribu, dari Rp 10 juta,” kata dia.
Skala Modal Dan Dampaknya
Menurut Andry, besaran modal menentukan seberapa cepat target pendapatan pasif tercapai. Bila modal kecil, walau persentase imbal hasil besar, nilai absolutnya tetap terbatas dan mudah terpakai untuk kebutuhan jangka pendek.
“Kalau di finansial itu adalah permainan angka. Makin besar angkanya, makin gampang. Makin kecil angkanya, makin susah,” ujar Andry memberi contoh dengan skenario Rp 50 juta yang bertambah 100% hanya menghasilkan Rp 50 juta.
Strategi Dividen Sebagai Sumber Penghidupan
Andry juga memaparkan strategi konservatif untuk membiayai hidup lewat dividen. Ia menyebutkan, bila memiliki modal besar dan ditempatkan pada saham yang memberikan dividen, pendapatan pasif dapat mencukupi kebutuhan.
“Misalnya, duit Rp 100 miliar saya masukkan ke saham Bank Mandiri (BMRI). Mau harganya naik, mau turun, saya tidak peduli. Pokoknya mereka kasih saya dividen 12%. Saya bisa dapat Rp 12 miliar. Setahun, dua tahun, tiga tahun, saya bisa hidup,” jelasnya.
Rekomendasi Untuk Pemilik Modal Kecil
Bagi mereka yang modalnya terbatas, Andry menyarankan meningkatkan kemampuan (skill) terlebih dahulu agar bisa mendapat penghasilan lebih besar. Dengan pendapatan yang meningkat, modal untuk berinvestasi bisa terkumpul dan dikombinasikan dengan usaha sehingga mencapai skala yang lebih efektif.
Dia menutup dengan saran agar setelah mencapai titik modal tertentu, keuntungan diinvestasikan kembali sehingga pertumbuhan modal berlangsung lebih cepat.
Ikuti Detak.media
