— Andry Hakim, investor muda sekaligus founder dan CIO Hakimson.id, mengungkapkan pengalaman investasi sahamnya sejak 2018 dan kerugian yang dialami saat pandemi Covid-19. Pernyataan itu disampaikan pada acara Money Lab, Investor Day 2026 di Gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (30/6/2026).

Ia mengatakan modal awal untuk masuk pasar saham sebesar Rp1 miliar, namun pada 2020 modal itu sempat menyusut drastis ketika pasar mengalami gejolak.

“Saya mulai investasi saham itu sebenarnya belum lama dari 2018 ya. Pertama bikin akun 2018. 2019 itu saya trading-trading,” kata Andry Hakim dalam acara tersebut.

Andry menambahkan, “Total uang saya investasi saham itu modalnya Rp 1 miliar.”

Dia bercerita kondisi terburuk terjadi saat market crash pada masa pandemi. “Rp 1 M itu di 2020 itu saya rugi jadi Rp 500 juta karena waktu itu market crash Covid. Seandainya saya waktu itu stop ya saya ga ada di sini. Mentalnya harus kuat,” ujarnya.

Andry mengakui bahwa semua investor berharap memperoleh keuntungan, namun pasar tidak selalu kondusif sehingga kerugian tak terhindarkan.

“Uang saya Rp 1 M rugi Rp 500 juta. Harus pikirin masuk emiten mana yang keuntungannya 100% biar balik kerugiannya,” bebernya.

Dia membandingkan potensi kerugian di dunia usaha dan di pasar saham, serta menekankan peran money management.

“Kalau di bisnis rugi duit bisa habis 100%. Kalau di saham itu kalau bisa money management ya paling rugi 10% sampai 20%. Kalau market crash gini mungkin 40%. Tapi kita masih ada uang 60%-nya lagi kita bisa fight for another day,” ungkapnya.

Pernyataan Andry memberikan gambaran pengalaman pribadi seorang investor muda yang menghadapi dampak krisis pasar dan strategi mempertahankan posisi melalui pengelolaan modal.