Detak Media — PT Trieka Agro Nusantara (TAN), anak usaha PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), melatih petani sawit di sekitar area operasionalnya untuk meningkatkan produktivitas kebun. Langkah ini ditempuh sebagai dukungan terhadap pelaksanaan kewajiban pencampuran biodiesel 50% (B50) yang mulai berlaku 1 Juli 2026.
Dengan produktivitas petani yang meningkat, diharapkan pasokan bahan baku minyak sawit tetap terjaga tanpa perlu ekspansi lahan. Pemerintah menunjuk B50 sebagai salah satu strategi memperkuat ketahanan energi sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas sawit nasional.
Program Perkasa Tingkatkan Kapasitas
Upaya peningkatan kapasitas petani diwujudkan TAN melalui Program Petani Berkualitas dan Sejahtera (Perkasa), bagian dari inisiatif TAP untuk Negeri. Program ini menyelenggarakan pelatihan teori dan praktik lapangan serta pendampingan teknik budi daya sawit berkelanjutan untuk petani di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Materi pelatihan meliputi pemilihan bibit unggul, pemupukan yang tepat, perawatan tanaman, pengendalian gulma, dan pengelolaan kebun efisien agar produktivitas naik secara berkelanjutan.
Pendampingan Berkelanjutan
Setelah mengikuti kelas, peserta Program Perkasa mendapat layanan konsultasi agronomi berkelanjutan yang bisa diakses via WhatsApp. Layanan ini dimaksudkan agar petani bisa terus berkonsultasi atas persoalan budi daya yang ditemui di lapangan sehingga pembelajaran tidak berhenti pada pelatihan.
Kepala Bidang Perbenihan dan Budi Daya Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah, Jayan Wahyudi, menyambut baik pelatihan tersebut. “Dengan mengikuti pelatihan, kami berharap petani dapat meningkatkan keterampilan serta hasil produksi sawit,” ujar Jayan dalam keterangan yang dikutip Kamis (02/07/2026).
Respons Petani
Salah satu peserta, Wardino (45), mengatakan pelatihan membawa perubahan dalam pengelolaan kebunnya. “Setelah mengikuti pelatihan, hasil panen meningkat dan saya semakin memahami cara mengelola kebun dengan lebih baik. Banyak hal baru yang saya pelajari, mulai dari perawatan tanaman, pemupukan, hingga bagaimana menerapkan praktik kebun yang lebih tepat,” kata Wardino.
Program Perkasa bertujuan membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus mengelola kebun secara lebih berkelanjutan, mendukung kesejahteraan keluarga, pembangunan daerah, serta memperkuat pasokan CPO untuk kebutuhan implementasi B50 tanpa melakukan pembukaan lahan baru.
Ikuti Detak Media
