— Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tertekan pada penutupan perdagangan Jumat, 10 Juli 2026, turun 0,40% menjadi Rp6.175 per lembar. Pelemahan ini terjadi bersamaan dengan munculnya aksi jual dari investor asing.

Investor asing mencatatkan net sell senilai Rp91,65 miliar pada hari tersebut, sekaligus mengubah aliran modal yang sebelumnya tercatat sebagai pembelian bersih sepanjang awal Juli.

Data Perdagangan

Sehari tersebut sebanyak 138,05 miliar saham BBCA berpindah tangan dengan frekuensi 23.019 kali. Total nilai transaksi tercatat Rp852,20 miliar.

Meski terkoreksi pada Jumat, pada keseluruhan pekan lalu saham BBCA masih mencatat penguatan 2,07% disertai net buy dari investor asing sebesar Rp637,97 miliar.

Kondisi ini berbalik dibanding pekan sebelumnya (29 Juni–3 Juli) ketika BBCA melemah 2,02% dan mencatat net sell asing Rp717,29 miliar.

Rekomendasi Analis

Kiwoom Sekuritas pada 10 Juli merekomendasikan hold untuk saham BBCA. Dalam analisis teknikal yang disampaikan, terdapat level support pertama di Rp6.075 dan support kedua di Rp6.000.

Untuk sisi atas, Kiwoom mencantumkan resistance pertama pada Rp6.225 dan resistance kedua pada Rp6.300. Perusahaan sekuritas itu juga menetapkan stoploss pada Rp5.900.

“Stoploss pada 5.900,” kata Kiwoom Sekuritas dalam analisis teknikalnya.