Huawei Mate 80 Pro Meluncur Global, Siap Tantang Apple dan Samsung
Huawei resmi meluncurkan ponsel flagship terbarunya, Mate 80 Pro, dalam acara global bertajuk “Now Is Your Run” di Madrid, Spanyol. Peluncuran ini menandai langkah penting perusahaan teknologi asal China tersebut untuk kembali memperkuat posisinya di pasar smartphone global setelah beberapa tahun fokus pada pasar domestik akibat pembatasan bisnis dari Amerika Serikat.
Kehadiran Mate 80 Pro di panggung global menjadi sorotan karena menunjukkan ambisi Huawei untuk kembali bersaing dengan pemain utama seperti Apple dan Samsung Electronics, terutama setelah peluncuran seri flagship terbaru Samsung Galaxy S26.
Kembali ke Panggung Global Setelah Tekanan Sanksi AS
Langkah Huawei merilis Mate 80 Pro secara global cukup mengejutkan bagi industri. Sebelumnya, perusahaan cenderung meluncurkan produk flagship secara terbatas atau tanpa promosi besar di luar China sejak sanksi perdagangan AS pada 2019 membatasi akses Huawei terhadap teknologi penting, termasuk layanan Google dan chip semikonduktor tertentu.
Huawei terakhir kali menggelar peluncuran global besar untuk seri Mate pada 2022 melalui Mate 50 series. Setelah itu, perusahaan lebih fokus pada pasar domestik China, termasuk peluncuran Mate 70 series yang dilakukan secara terbatas di beberapa wilayah seperti Rusia.
Sejak 2023–2025, Huawei mulai menunjukkan pemulihan signifikan di pasar China berkat pengembangan teknologi internal, termasuk chipset dan sistem operasi sendiri. Laporan lembaga riset pasar sebelumnya juga menunjukkan Huawei sempat kembali ke posisi teratas penjualan smartphone di China, menyalip Apple pada periode tertentu.
Peluncuran Mate 80 Pro secara global kini dianggap sebagai sinyal kuat kebangkitan perusahaan di pasar internasional.
Gunakan Chip Kirin Buatan Sendiri
Salah satu sorotan utama Huawei Mate 80 Pro adalah penggunaan chipset Kirin 9030 Pro, prosesor yang dikembangkan secara internal oleh Huawei. Langkah ini mempertegas strategi perusahaan untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok luar akibat pembatasan ekspor teknologi dari AS.
Chipset tersebut disebut memiliki performa tinggi untuk komputasi AI, fotografi komputasional, dan efisiensi daya. Menariknya, Huawei menggunakan versi chipset yang sama dengan model yang dirilis di China tanpa modifikasi atau peningkatan khusus untuk pasar global.
Penggunaan chip Kirin menandai kemajuan Huawei dalam pengembangan semikonduktor domestik, sebuah langkah penting untuk menjaga daya saing di industri smartphone premium.
EMUI Berbasis Android untuk Pasar Global
Berbeda dengan pasar China yang menggunakan sistem operasi HarmonyOS, Mate 80 Pro versi global menjalankan EMUI 15 berbasis Android open-source (AOSP). Sistem ini tidak menyertakan layanan Google Mobile Services, namun Huawei menyediakan ekosistem aplikasi sendiri melalui AppGallery.
Strategi ini memungkinkan Huawei tetap menghadirkan pengalaman Android sekaligus mempertahankan kemandirian teknologi.
Upaya Menantang Dominasi Apple dan Samsung
Peluncuran Mate 80 Pro menandai upaya Huawei untuk kembali bersaing di segmen premium global, yang selama beberapa tahun didominasi Apple dan Samsung. Kehadiran perangkat ini juga menunjukkan kepercayaan diri perusahaan untuk kembali memperluas distribusi internasional, termasuk potensi ekspansi ke pasar Eropa dan Asia.
Analis industri menilai keberhasilan Huawei di pasar global akan sangat bergantung pada ekosistem aplikasi, distribusi perangkat, serta penerimaan konsumen terhadap perangkat tanpa layanan Google.
Perangkat Lain Turut Diperkenalkan
Selain Mate 80 Pro, Huawei juga memperkenalkan sejumlah perangkat baru dalam acara yang sama, antara lain:
- MatePad Mini — tablet ringkas untuk produktivitas dan hiburan.
- Huawei Band 11 series — perangkat wearable untuk pemantauan kesehatan dan kebugaran.
- Watch GT Runner 2 — smartwatch fokus pada pelacakan olahraga dan performa lari.
Peluncuran berbagai perangkat ini menegaskan strategi Huawei membangun ekosistem teknologi terintegrasi yang mencakup smartphone, tablet, dan perangkat wearable.
Baca Juga: Huawei Band 11 Mulai Buka Pre-Order di Malaysia, Harga Mulai Rp800 Ribuan
Kehadiran Mate 80 Pro secara global menunjukkan bahwa Huawei mulai kembali agresif di pasar internasional setelah menghadapi berbagai pembatasan bisnis dalam beberapa tahun terakhir. Jika strategi ini berhasil, perusahaan berpotensi kembali meluncurkan flagship secara rutin di pasar global seperti sebelum era sanksi perdagangan.
Langkah ini juga mempertegas bahwa persaingan di pasar smartphone premium global akan semakin ketat dalam beberapa tahun ke depan.