Detak Media — Minat memasang taruhan pada Piala Dunia 2026 jauh melampaui perkiraan awal operator sportsbook. Lonjakan ini terutama didorong oleh antusiasme penonton Amerika Serikat seiring performa kuat Timnas AS pada fase grup.
Beberapa faktor disebut mendorong gelombang taruhan, antara lain penyelenggaraan di Amerika Utara, jadwal pertandingan yang ramah untuk penonton AS, serta komposisi skuad AS yang dianggap sangat berbakat. Hasilnya, nilai taruhan pada turnamen ini melampaui ekspektasi para pengelola pasar taruhan olahraga.
“Saya pikir ini telah melampaui ekspektasi kami,” ujar Kepala Perdagangan Sepak Bola Caesars Sportsbook, Mark Bickerdike, menanggapi nilai taruhan yang masuk.
Direktur DraftKings Sportsbook, Johnny Avello, mengatakan aktivitas taruhan Piala Dunia yang diikuti 48 tim mulai mendekati popularitas Turnamen NCAA March Madness. Menurutnya, Piala Dunia berpotensi menjadi event taruhan terbesar tahun ini karena durasinya yang panjang dan banyaknya pertandingan, dibandingkan Super Bowl yang hanya satu laga.
Manajer Perdagangan BetMGM Sportsbook, Christian Cipollini, mencatat minat terhadap Timnas AS terus meningkat selama turnamen. AS dijadwalkan menghadapi Bosnia-Herzegovina pada laga fase gugur di Santa Clara, California.
“Saya memperkirakan itu akan menjadi pertandingan sepak bola dengan jumlah taruhan terbesar sepanjang sejarah BetMGM,” kata Cipollini.
Taruhan pada Timnas AS Meningkat
Cipollini menyebut tiga pertandingan dengan jumlah taruhan terbanyak di BetMGM pada Piala Dunia ini semuanya melibatkan Timnas AS. Performanya yang baik dan dukungan publik disebut sebagai pemicu utama gelombang taruhan tersebut.
“Pertandingan ini mengarah pada situasi yang sangat ideal, karena AS terlihat sangat bagus. Ada banyak antusiasme terhadap tim ini,” tambahnya.
Peluang AS berubah seiring turnamen berjalan: di BetMGM peluang AS turun dari 50-1 menjadi 25-1, sementara Caesars memasang 30-1 dan DraftKings 33-1. Perubahan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan petaruh terhadap kemungkinan AS melaju jauh.
Favorit Juara dan Perhatian Pada Underdog
Di pasar taruhan juara turnamen, tiga sportsbook besar menempatkan Prancis sebagai favorit utama, diikuti Argentina. Prancis menerima proporsi tiket dan nilai taruhan terbesar di beberapa platform.
Meski begitu, pengamat taruhan senior Bruce Marshall mengingatkan bahwa persaingan di fase gugur masih terbuka. “Saya bisa melihat ada tujuh atau delapan tim yang berpeluang memenangi turnamen ini,” ujar Marshall.
Selain favorit tradisional, petaruh juga menunjukkan minat pada tim underdog. Avello mengatakan sejumlah petaruh memasang taruhan kecil pada tim dengan odds besar demi potensi pembayaran besar, meski hal itu bisa menimbulkan kewajiban besar bagi sportsbook jika jumlah taruhan tersebut banyak.
“Petaruh suka mengambil risiko kecil dengan uang yang tidak terlalu besar dan memasangnya pada tim-tim seperti itu,” kata Avello. “Taruhan US$5 untuk Kongo bisa berarti pembayaran US$5.000. Jika taruhan seperti itu cukup banyak, potensi kewajiban pembayaran kami bisa menjadi sangat besar.”
Tim yang Dapat Diperhatikan
Marshall menilai Kolombia dan Swiss layak menjadi perhatian karena menawarkan nilai taruhan menarik. Di BetMGM, Kolombia dipasang pada odds 33-1, sementara Swiss berada pada odds 66-1.
“Kolombia terlihat sangat berbahaya dan mereka mendapat banyak dukungan,” ujar Marshall, seraya menambahkan bahwa beberapa laga Kolombia dimainkan di Meksiko sehingga terasa seperti laga kandang bagi mereka.
Mengenai Swiss, Marshall menyebut tim itu memiliki kekuatan kolektif solid karena banyak pemainnya yang saling mengenal dan sering bermain bersama. “Tim yang tidak banyak dibicarakan adalah Swiss. Mereka mengingatkan saya pada tim klub, dalam arti positif,” katanya.
Risiko Kewajiban Pembayaran dan Pengaruh Budaya Populer
Operator sportsbook menyatakan mereka tidak sepenuhnya mengharapkan AS menjadi juara, karena kemenangan AS berpotensi menghasilkan kewajiban pembayaran besar. Cipollini menilai jika AS tidak tampil meyakinkan di fase gugur, kewajiban tersebut mungkin tidak sebesar saat ini.
Fenomena budaya populer juga memengaruhi pola taruhan. Sebuah episode serial animasi yang menampilkan pertandingan antara Meksiko dan Portugal memicu minat taruhan menuju kemungkinan pertemuan kedua tim, meski episode tersebut tidak menyebut Piala Dunia atau tahun 2026.
“Kami memiliki potensi kewajiban pembayaran dari taruhan itu,” kata Bickerdike.
Secara keseluruhan, kombinasi performa tim tuan rumah, jadwal yang menguntungkan penonton AS, dan fenomena budaya telah mendorong nilai taruhan pada Piala Dunia 2026 melampaui ekspektasi operator sportsbook.
Ikuti Detak Media
