— Restoran berbasis masakan Indonesia kian diminati konsumen, ditopang konsistensi rasa, pelayanan, dan pengalaman bersantap. Sambal Bakar Indonesia (SBI) menjadi salah satu contoh, yang dalam waktu singkat tumbuh pesat dan mendapat pengakuan publik.

Chief Marketing Officer SBI, Renaldo Akhira, menyatakan tujuan awal membuka gerai pada 2022 di Tangerang adalah untuk meningkatkan kecintaan masyarakat pada makanan Indonesia. Konsep utama yang diusung adalah membakar sambal langsung sebelum disajikan untuk menonjolkan aroma dan cita rasa khas.

Menu di SBI ditawarkan dengan tiga varian sambal andalan: sambal tomat (Bakka), sambal bawang (Barra), dan sambal hijau (Gajja). Menurut Renaldo, kombinasi sambal yang dibakar dan pengalaman makan berbeda membuat konsep itu cepat diterima masyarakat.

Hingga kurang dari empat tahun operasional, SBI tercatat membuka 33 outlet yang tersebar di Jabodetabek, Serang, Lampung, Surabaya, Sidoarjo, dan Bali. Renaldo menyebut perkembangan jaringan itu mencerminkan antusiasme terhadap penyajian kuliner Nusantara yang dikemas secara modern namun mempertahankan cita rasa otentik.

Restoran juga menambah variasi sambal sesuai tren, antara lain sambal rampai dari Lampung dan sambal dadak. “Sekarang SBI sudah punya varian sambal baru, yaitu Sambal Rampai dan Sambal Dadak. Ini memberikan warna rasa baru di Resto SBI bagi konsumen, karena sambal ini juga dibikin fresh secara langsung,” ujar Renaldo.

Penghargaan dan Dampak

SBI meraih penghargaan Most Favorite Asian pada gelaran Grab Bintang 5 Awards 2026. Acara ini diselenggarakan oleh Grab Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia di Jakarta, dan pemenang ditentukan melalui voting masyarakat.

Pada penyelenggaraan tahun ini, 243 merchant dari 24 kategori berkompetisi setelah lolos dari seleksi lebih dari 5.000 merchant pemegang badge eksklusif Bintang 5 GrabFood. Untuk mendapatkan badge tersebut, setiap merchant harus memenuhi standar pelayanan tinggi, termasuk sekurang-kurangnya 100 ulasan bintang lima yang menilai kualitas rasa, kecepatan penyajian, dan pelayanan.

Dari seluruh nominasi, 60 merchant akhirnya dinobatkan sebagai pemenang berdasarkan ratusan ribu suara masyarakat. Menurut panitia, penghargaan itu merefleksikan preferensi konsumen terhadap kualitas layanan dan produk kuliner.

Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menyambut baik penyelenggaraan Grab Bintang 5 Awards 2026 dan memberi apresiasi kepada pelaku usaha yang menjaga kualitas. “Inisiatif ini menunjukkan bahwa kuliner Indonesia telah berkembang menjadi bagian penting dari daya tarik wisata dan identitas budaya bangsa. Kami meyakini wisata gastronomi memiliki potensi besar dalam mendorong pariwisata berkualitas, menghadirkan pengalaman autentik, serta memberikan manfaat ekonomi langsung bagi UMKM dan masyarakat lokal,” kata Ni Luh Puspa.

Penghargaan dan pertumbuhan outlet menjadi bukti bahwa kuliner lokal yang disajikan dengan standar modern berpeluang memperkuat sektor pariwisata dan memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha kuliner.