Hari Arafah yang jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026, merupakan momen spiritual yang sangat dinantikan umat Islam di seluruh dunia sebagai waktu paling utama untuk memohon ampunan dan keberkahan dari Allah SWT. Di hari ke-9 bulan Zulhijah ini, bagi yang tidak menunaikan ibadah haji, adalah kesempatan emas untuk memperbanyak doa dan ibadah, sebab diyakini sebagai waktu yang mustajab.

Doa Paling Utama yang Diucapkan Para Nabi

Kalimat tauhid adalah amalan terbaik yang sangat dianjurkan pada Hari Arafah, diajarkan oleh Rasulullah SAW dan para nabi terdahulu.

Bacaan Arab:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Transliterasi Latin:
Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘alaa kulli sya-in qadiir.

Artinya:
“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia memiliki kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Doa Sapu Jagad: Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat

Doa ini mencakup permohonan komprehensif untuk kebaikan di kehidupan dunia dan akhirat, serta perlindungan dari siksa neraka.

Bacaan Arab:
اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Transliterasi Latin:
Allāhumma rabbanā ātinā fid dunyā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā ‘adzāban nār.

Artinya:
“Ya Allah, Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta peliharalah kami dari azab neraka.”

Doa Memohon Perlindungan dan Kesempurnaan Hidup

Permohonan dalam doa ini sangat luas, meliputi terhindar dari maksiat, kecukupan rezeki yang halal, penerangan hati dan kubur, serta perlindungan dari segala keburukan.

Bacaan Arab:
اللَّهُمَّ انْقُلْنِي مِنْ ذُلِّ الْمَعْصِيَةِ إلَى عِزِّ الطَّاعَةِ وَاكْفِنِي بِحَلَالِك عَنْ حَرَامِك وَأَغْنِنِي بِفَضْلِك عَمَّنْ سِوَاكَ وَنَوِّرْ قَلْبِي وَقَبْرِي وَأَعِذْنِي مِنْ الشَّرِّ كُلِّهِ، وَاجْمَعْ لِي الْخَيْرَ إنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

Transliterasi Latin:
Allāhummanqulnī min dzullil ma’shiyati ilā ‘izzit thā’ah, wakfinī bi halālika ‘an harāmik, wa aghninī bi fadhlika ‘an man siwāk, wa nawwir qalbī wa qabrī, wa a’idznī minasy syarri kullih, wajma’ līl khaira innī as’alukal hudā wattuqā wal ‘afāfa wal ghinā.

Artinya:
“Ya Allah, pindahkan aku dari kehinaan maksiat menuju kemuliaan taat. Cukupkanlah aku dengan rezeki halal-Mu dari yang haram-Mu. Cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu. Sinarilah kalbu dan kuburanku, lindungilah aku dari semua kejahatan, dan himpunkanlah untukku semua kebaikan. Sesungguhnya aku memohon petunjuk, ketakwaan, sifat iffah, dan kekayaan kepada-Mu.”

Anjuran Ibadah di Hari Arafah

Selain doa-doa spesifik, Hari Arafah menekankan pentingnya memperbanyak ibadah secara umum.

Perbanyak Dzikir dan Istighfar

Hari Arafah adalah momentum yang sangat tepat untuk lebih sering berdzikir kepada Allah dan memohon ampunan melalui istighfar. Mengisi waktu-waktu mulia seperti ini dengan amalan tersebut sangat dianjurkan oleh para ulama.

Keutamaan Puasa Arafah (bagi yang tidak berhaji)

Bagi umat Muslim yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji, sangat dianjurkan untuk menjalankan puasa Arafah. Puasa sunah ini memiliki keistimewaan luar biasa, yakni dapat menghapuskan dosa setahun yang telah berlalu dan dosa setahun yang akan datang. Niat puasa Arafah dapat dibaca: Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala.

Hari Arafah adalah anugerah ilahi yang menawarkan kesempatan langka untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih rahmat serta ampunan-Nya. Memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya adalah kunci untuk mendapatkan kebaikan yang berlimpah.