5 Mobil Listrik Bekas Harga Rp100 Jutaan yang Layak Dibeli di 2026
Pasar mobil listrik bekas di Indonesia semakin ramai dengan kehadiran berbagai model yang menawarkan harga lebih terjangkau. Bagi Anda yang mengincar kendaraan ramah lingkungan namun tetap memperhatikan anggaran, kini tersedia banyak pilihan mobil listrik bekas dengan harga mulai dari Rp100 jutaan. Penurunan harga ini membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk beralih ke kendaraan elektrifikasi.
Namun, sebelum memutuskan untuk membeli mobil listrik bekas, penting untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi harganya. Umumnya, nilai jual kembali mobil listrik mengalami penyusutan yang cukup signifikan dalam 2 hingga 3 tahun pemakaian.
Faktor-faktor teknis seperti kondisi baterai, total jarak tempuh, dan sisa masa garansi menjadi pertimbangan utama bagi calon pembeli.
Wuling Air EV

Wuling Air EV menjadi salah satu model yang paling mendominasi pasar mobil listrik bekas di Indonesia. Mobil mungil ini sangat cocok untuk mobilitas perkotaan berkat ukurannya yang ringkas dan lincah.
Jarak tempuh Wuling Air EV bervariasi, mulai dari 200 km hingga 300 km untuk varian Long Range, tergantung pada kapasitas baterai yang dimiliki. Di pasar mobil bekas, Wuling Air EV bekas ditawarkan dalam rentang harga Rp125 jutaan hingga Rp170 jutaan, tergantung tahun produksi dan kondisinya.
Varian Standard Range dengan baterai lithium ferro-phosphate (LFP) berkapasitas 17,3 kWh mampu menempuh jarak hingga 200 kilometer. Sementara itu, varian Long Range dengan baterai 26,7 kWh dapat menjangkau hingga 300 kilometer.
Fitur-fitur modern seperti dua layar sepuluh inci, lampu depan terang, rem parkir elektrik, perintah suara, dan koneksi pintar turut melengkapi kenyamanan berkendara.
DFSK Seres E1

DFSK Seres E1 juga menjadi pilihan menarik di segmen mobil listrik bekas Rp100 jutaan. Mobil ini dirancang untuk pasar mobil listrik kompak yang gesit di perkotaan. DFSK Seres E1 dibekali baterai Lithium Iron Phosphate dengan kapasitas 13,8 kWh untuk tipe B, yang mampu menempuh jarak maksimal 180 km dalam sekali pengisian daya. Untuk tipe L, kapasitas baterainya 16,8 kWh dengan jarak tempuh maksimal 220 km.
Harga bekas DFSK Seres E1 lansiran 2023 berada di kisaran Rp110 jutaan, sementara untuk tahun 2024 dibanderol sekitar Rp125 jutaan. Baterai kedua tipe ini diklaim telah lulus sertifikat IP67, sehingga aman dari korsleting atau kerusakan saat melewati genangan air. Performa yang ditawarkan cukup meyakinkan dengan tenaga 33 Hp untuk Tipe B dan 40 Hp untuk L-Type, serta torsi 100 Nm dengan transmisi otomatis.
BYD E6 (Restorasi)

Bagi yang mencari mobil listrik dengan spesifikasi lebih gahar dan fitur mewah di kisaran harga Rp100 jutaan, BYD E6 bekas versi restorasi bisa menjadi alternatif. Mobil yang dulunya menjadi armada taksi kelas atas ini kini hadir dengan harga yang sangat terjangkau, dipatok mulai dari Rp99 juta hingga Rp100 juta.
BYD E6 bekas ini menawarkan build quality standar global dengan sasis dan bodi yang tebal, memberikan stabilitas dan kekokohan saat berkendara. Dari sisi teknis, BYD E6 dibekali baterai LFP berkapasitas 82 kWh. Dalam kondisi optimal, mobil ini mampu menempuh jarak hingga 400 km, dengan hasil aktual pasca-restorasi sekitar 370 hingga 380 km. Jarak tempuh ini sangat memadai untuk kebutuhan komuter harian di kota besar.
DFSK Gelora E

Di sektor kendaraan niaga, DFSK Gelora E mulai meramaikan bursa mobil bekas dengan harga sekitar Rp100 juta hingga Rp200 jutaan [Sumber Tambahan 1]. Model ini dinilai cocok untuk mendukung operasional bisnis yang efisien. Meskipun harga barunya pernah mencapai Rp480 jutaan, kini DFSK Gelora E dapat ditemukan dengan harga yang jauh lebih terjangkau setelah perakitan lokal.
DFSK Gelora E menawarkan fungsionalitas sebagai mobil niaga serbaguna. Model ini juga pernah menjadi ambulance listrik pertama di kelasnya. Dengan kapasitas angkut yang luas dan desain yang tangguh, DFSK Gelora E bekas menjadi pilihan ekonomis bagi pelaku usaha.
Nissan Leaf

Nissan Leaf juga mulai menunjukkan kehadirannya di pasar mobil bekas dengan harga yang menyentuh angka Rp100 jutaan untuk beberapa unit lama, meskipun populasinya masih terbatas [Sumber Tambahan 1].
Namun, perlu dicatat bahwa unit Nissan Leaf bekas yang beredar di pasar Indonesia saat ini umumnya memiliki harga di atas Rp300 jutaan, bahkan ada yang mencapai Rp650 jutaan untuk model keluaran terbaru.
Meskipun demikian, jika Anda menemukan unit Nissan Leaf dengan harga di kisaran Rp100 jutaan, ini bisa menjadi kesempatan langka. Nissan Leaf dikenal dengan performa yang baik dan fitur yang cukup lengkap untuk masanya.
Penting untuk selalu melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi baterai dan riwayat servis sebelum memutuskan pembelian.
Pertimbangan Penting Sebelum Membeli Mobil Listrik Bekas
Membeli mobil listrik bekas memang menawarkan keuntungan finansial yang signifikan. Namun, ada beberapa faktor krusial yang perlu diperhatikan untuk memastikan Anda mendapatkan unit yang tepat:
- Kondisi Baterai: Baterai adalah komponen termahal dalam mobil listrik. Periksa kesehatan baterai (SoH – State of Health) secara menyeluruh. Tanyakan riwayat pengisian daya dan pastikan tidak ada indikasi penurunan performa yang drastis.
- Sisa Garansi: Periksa apakah masih ada sisa garansi resmi dari pabrikan, terutama untuk komponen baterai dan powertrain. Garansi yang hangus dapat menjadi risiko tersendiri jika terjadi kerusakan.
- Riwayat Servis: Pastikan mobil memiliki riwayat servis yang teratur di bengkel resmi. Ini menunjukkan bahwa kendaraan dirawat dengan baik.
- Jarak Tempuh: Jarak tempuh yang terlalu tinggi bisa menjadi indikasi pemakaian intensif yang mungkin memengaruhi kondisi komponen lain, termasuk baterai.
- Harga Pasar: Lakukan riset harga pasar untuk model dan tahun yang sama. Perhatikan depresiasi yang terjadi pada mobil listrik bekas yang cenderung lebih tinggi dibandingkan mobil konvensional.
Dengan pertimbangan yang matang, membeli mobil listrik bekas di kisaran harga Rp100 jutaan dapat menjadi langkah cerdas untuk memiliki kendaraan ramah lingkungan tanpa menguras kantong.