Harga Mobil Listrik VinFast Januari 2026 Tetap atau Naik Usai Insentif Berakhir? Ini Daftarnya
Penghapusan insentif kendaraan listrik yang berlaku mulai 1 Januari 2026 memicu kekhawatiran akan kenaikan harga mobil listrik di Indonesia. Sejumlah merek diperkirakan akan menyesuaikan banderol jualnya seiring berakhirnya insentif bea masuk dan pajak untuk kendaraan listrik impor. Namun, hingga awal Januari 2026, VinFast justru masih mempertahankan harga jual mobil listriknya di pasar Indonesia, khususnya untuk wilayah Jakarta.
Produsen asal Vietnam ini tetap agresif memasarkan lini kendaraan listriknya dengan rentang harga yang relatif kompetitif, mulai dari segmen city car hingga SUV listrik menengah, meski insentif pemerintah sudah tidak lagi berlaku.
Stabilnya harga ini membuat VinFast menjadi salah satu merek yang belum melakukan penyesuaian banderol secara terbuka, berbeda dengan beberapa produsen lain yang mulai mengerek harga kendaraan listriknya di awal tahun.
Harga Mobil Listrik VinFast per Januari 2026

Berdasarkan pemantauan harga On The Road (OTR) Jakarta, VinFast masih mempertahankan banderol mobil listriknya tanpa penyesuaian signifikan pasca penghapusan insentif. Model termurah VinFast VF 3 dipasarkan dengan harga sekitar Rp 230,13 juta OTR Jakarta. Di atasnya, VinFast VF 5 dibanderol Rp 323,17 juta, sementara VF e34 ditawarkan seharga Rp 411,86 juta.
Untuk segmen SUV listrik yang lebih besar, VinFast VF 6 dipasarkan dengan rentang harga Rp 385 juta hingga Rp 439,6 juta. Sementara itu, VinFast VF 7 berada di kisaran Rp 499 juta sampai Rp 599 juta OTR Jakarta, tergantung varian yang dipilih.
Keputusan VinFast mempertahankan harga dinilai berkaitan erat dengan strategi ekspansi jangka panjang di Indonesia. VinFast tengah berupaya membangun basis konsumen yang kuat dengan menawarkan harga kompetitif. Selain itu, mereka juga memperkenalkan skema kepemilikan baterai yang fleksibel, termasuk opsi pembelian kendaraan tanpa baterai.
Pendekatan ini dinilai mampu menekan harga awal kendaraan dan menjadi nilai tambah di tengah berakhirnya insentif pemerintah. VinFast juga masih mengandalkan berbagai program promosi dan kerja sama infrastruktur pengisian daya untuk menjaga daya tarik produknya.
Potensi Kenaikan Harga ke Depan
Meski harga per Januari 2026 masih relatif stabil, sejumlah analis menilai penyesuaian harga mobil listrik, termasuk VinFast, tetap berpotensi terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Faktor seperti bea masuk, pajak impor, biaya logistik, serta fluktuasi nilai tukar dapat memengaruhi struktur harga kendaraan listrik impor.
Di sisi lain, rencana VinFast membangun fasilitas produksi di Indonesia menjadi faktor kunci yang dapat menahan kenaikan harga dalam jangka menengah. Jika produksi lokal terealisasi, biaya impor dapat ditekan sehingga harga jual kendaraan berpeluang tetap kompetitif meski tanpa insentif.
Persaingan di Pasar Mobil Listrik 2026
Tahun 2026 diperkirakan menjadi periode krusial bagi pasar mobil listrik nasional. Masuknya lebih banyak merek, terutama dari China dan Asia Tenggara, akan memperketat persaingan harga dan fitur. Dalam kondisi ini, VinFast dituntut menjaga keseimbangan antara harga, teknologi, dan layanan purna jual agar tetap relevan di tengah kompetisi.
Dengan harga OTR Jakarta yang masih bertahan dan portofolio produk yang semakin lengkap, VinFast saat ini masih berada pada posisi aman. Namun, dinamika pasar pasca insentif akan menjadi penentu apakah strategi harga agresif ini bisa dipertahankan sepanjang 2026.