Daftar Harga Mobil Listrik BYD Januari 2026, Setelah Insentif Berakhir Apakah Harga Naik?

Pemerintah secara resmi mengakhiri insentif impor mobil listrik utuh (completely built up/CBU) mulai 1 Januari 2026. Kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen mengenai potensi lonjakan harga kendaraan listrik pada tahun mendatang, termasuk produk-produk dari BYD yang sebelumnya menikmati fasilitas bebas bea masuk.

Namun, pantauan di lapangan menunjukkan bahwa harga mobil listrik BYD di Indonesia justru terpantau relatif stabil memasuki Januari 2026. Situasi ini terjadi seiring dengan kewajiban produsen untuk memenuhi komitmen produksi lokal sesuai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Mulai 2026 Harga Mobil Listrik Bisa Naik Signifikan, Simak Perhitungan Harga Tanpa Insentif

BYD Masuk Fase Produksi Lokal

Penghentian insentif impor ini merujuk pada Peraturan Menteri Investasi Nomor 6 Tahun 2023 juncto Nomor 1 Tahun 2024. Aturan tersebut menegaskan bahwa fasilitas insentif bea masuk dan pajak untuk kendaraan listrik berbasis baterai hanya berlaku hingga 31 Desember 2025.

Mulai tahun 2026, produsen diwajibkan memenuhi komitmen produksi lokal. Bagi BYD Indonesia, ini berarti pabrikan asal China tersebut tidak lagi mendapatkan fasilitas bebas bea masuk untuk kendaraan listrik impor utuh.

Pemerintah mewajibkan produsen menjalankan skema komitmen produksi lokal dengan rasio 1:1, yang mencakup kesetaraan spesifikasi teknis seperti daya motor dan kapasitas baterai. Kegagalan memenuhi komitmen ini dapat berujung pada pencairan bank garansi yang sebelumnya disetorkan sebagai sanksi.

BYD Indonesia telah menyatakan kesiapannya untuk memenuhi aturan tersebut. Perusahaan tengah mempersiapkan produksi lokal di pabrik yang berlokasi di Subang Smartpolitan, Jawa Barat. Fasilitas ini memiliki luas lahan sekitar 108 hektare dengan target kapasitas produksi mencapai 150.000 unit per tahun, yang didukung nilai investasi diperkirakan mencapai Rp11,7 triliun.

Harga BYD Januari 2026 Tetap Stabil

Meskipun insentif impor telah berakhir, harga jual mobil listrik BYD pada awal 2026 dilaporkan belum mengalami penyesuaian signifikan. Luther T. Panjaitan, Head of Marketing, PR & Government BYD Indonesia, sebelumnya menegaskan bahwa peralihan dari impor ke perakitan lokal tidak akan berdampak langsung pada harga konsumen.

Menurut Luther, selama periode insentif, skema pajak membuat kondisi seolah-olah kendaraan sudah diproduksi di dalam negeri. Oleh karena itu, saat produksi lokal dimulai, struktur harga dinilai tetap dapat dipertahankan.

Keterangan serupa juga disampaikan oleh tenaga penjual BYD di diler. Saat ini, harga belum berubah karena BYD tidak lagi menambah stok impor baru dari China dan tengah menghabiskan unit yang tersedia sambil menunggu produksi lokal berjalan penuh.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales BYD sepanjang Januari hingga November 2025 mencapai 40.151 unit. Hingga akhir 2025, seluruh model BYD yang dipasarkan di Indonesia masih berstatus CBU, sebelum beralih ke produksi lokal pada 2026.

Dengan portofolio produk yang luas, mulai dari city car hingga MPV premium, BYD menjadi salah satu pemain utama di pasar mobil listrik nasional. Stabilnya harga di tengah berakhirnya insentif dinilai dapat menjaga daya saing BYD di segmen kendaraan listrik Tanah Air.

BYD Jual 4,6 Juta Mobil Sepanjang 2025, Namun Tantangan Berat Menanti di 2026

Daftar Harga Mobil Listrik BYD Januari 2026

Berikut daftar harga mobil listrik BYD di Indonesia per Januari 2026:

City Car / Hatchback

  • BYD Atto 1 Dynamic: Rp199.000.000
  • BYD Atto 1 Premium: Rp235.000.000
  • BYD Dolphin Dynamic: Rp369.000.000
  • BYD Dolphin Premium: Rp429.000.000

Compact SUV / Crossover

  • BYD Atto 3 Advanced Standard: Rp390.000.000
  • BYD Atto 3 Superior: Rp520.000.000

Mid-Size SUV & Sedan

  • BYD Sealion 7 Premium: Rp629.000.000
  • BYD Sealion 7 Performance: Rp719.000.000
  • BYD Seal Premium: Rp639.000.000
  • BYD Seal Performance: Rp750.000.000

MPV

  • BYD M6 Standard: Rp383.000.000
  • BYD M6 Superior: Rp423.000.000
  • BYD M6 Superior Captain Seat: Rp433.000.000

MPV Premium

  • Denza D9: Rp950.000.000

Stabilnya harga mobil listrik BYD pada awal 2026 menunjukkan bahwa dampak penghapusan insentif impor tidak selalu berujung pada kenaikan harga, terutama bagi pabrikan yang telah berinvestasi secara lokal. Ke depan, pasar mobil listrik nasional diperkirakan akan semakin kompetitif.

Tekanan lebih besar akan dihadapi oleh merek yang belum memenuhi ketentuan TKDN. Bagi konsumen, kondisi ini memberi sinyal bahwa transisi menuju kendaraan listrik masih terbuka lebar, terutama untuk merek yang sudah menyiapkan fondasi produksi di dalam negeri.