BYD Jual 4,6 Juta Mobil Sepanjang 2025, Namun Tantangan Berat Menanti di 2026

Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, mengumumkan pencapaian penjualan global sebanyak 4,6 juta unit mobil sepanjang tahun 2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya, namun laju penjualan mengalami perlambatan yang cukup signifikan pada paruh kedua tahun tersebut, mengindikasikan tantangan baru yang akan dihadapi perusahaan pada 2026.

Pada bulan Desember 2025, BYD mencatat penjualan global sebesar 414.784 unit kendaraan penumpang. Angka ini mengalami penurunan 18,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year) dan terkoreksi 12,7 persen dari bulan sebelumnya. Penurunan beruntun selama empat bulan terakhir secara tahunan ini menjadi sinyal adanya tekanan yang semakin intens di pasar otomotif global.

BYD Tembus 53 Ribu Unit dalam 22 Bulan, Dominasi Pasar Mobil Listrik Indonesia

Ekspor Cetak Rekor di Tengah Pelemahan Domestik

Foto: Data.Carnewschina.com

Meskipun penjualan global menunjukkan tren perlambatan, kinerja ekspor BYD justru berhasil mencetak rekor baru. Sepanjang Desember 2025, penjualan kendaraan BYD di luar pasar domestik China mencapai 133.172 unit. Angka ini melonjak drastis sebesar 133 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya.

Kinerja ekspor yang impresif ini menegaskan peran krusial pasar internasional sebagai penopang utama pertumbuhan BYD. Hal ini menjadi sangat penting terutama ketika persaingan di pasar domestik China semakin hari semakin ketat.

BYD melaporkan penjualan 190.712 unit kendaraan listrik murni atau battery electric vehicle (BEV) pada Desember 2025. Angka ini turun 8,2 persen secara tahunan. Ini merupakan penurunan tahunan pertama yang dialami segmen BEV BYD sepanjang tahun 2025.

Secara historis, penurunan tahunan penjualan BEV BYD tergolong jarang terjadi. Dalam lima tahun terakhir, tren penurunan serupa hanya tercatat pada Februari 2024 yang dipengaruhi oleh libur Tahun Baru Imlek dan Juli 2024. Sebagian besar periode lainnya, segmen BEV BYD terus mencatat pertumbuhan sejak 2021.

Ekspor Mobil Listrik China Melonjak 87%, Industri Otomotif Barat Mulai Waswas

Segmen Plug-in Hybrid Juga Terpengaruh Penurunan

Foto: Data.Carnewschina.com

Penjualan kendaraan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) BYD juga tidak luput dari tren penurunan. Pada Desember 2025, BYD menjual 224.072 unit PHEV, yang berarti turun 25,7 persen secara tahunan. Penurunan ini melanjutkan tren negatif yang telah berlangsung selama sembilan bulan berturut-turut sejak April 2025.

Perubahan preferensi konsumen serta semakin ketatnya persaingan harga di segmen PHEV disebut-sebut menjadi faktor utama di balik tren negatif ini. Perlu dicatat, sejak April 2022, BYD telah sepenuhnya menghentikan penjualan kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) dan hanya fokus pada pemasaran BEV serta PHEV.

Meskipun mengalami perlambatan di akhir tahun, secara kumulatif, BYD berhasil menjual 4.550.036 unit kendaraan penumpang sepanjang 2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 7,1 persen dibandingkan 4.250.370 unit pada tahun 2024. Pertumbuhan ini, meskipun positif, jauh lebih moderat jika dibandingkan dengan pertumbuhan dua digit yang konsisten dicapai BYD sejak 2021.

Rinciannya, penjualan BEV mencapai 2.254.714 unit, meningkat 27,9 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan PHEV tercatat 2.288.709 unit, mengalami penurunan 7,9 persen secara tahunan. Kontribusi BEV terhadap total penjualan BYD meningkat signifikan menjadi 49,6 persen, naik dari 41,5 persen pada 2024, menandakan pergeseran portofolio perusahaan ke arah kendaraan listrik murni.

Penjualan internasional BYD mencatat tonggak sejarah penting dengan total 1.046.083 unit terjual di luar China sepanjang 2025. Angka ini melonjak 150,7 persen dibanding tahun 2024. Ini merupakan kali pertama penjualan luar negeri BYD menembus angka satu juta unit dalam satu tahun.

Ekspansi agresif ke berbagai pasar seperti Asia Tenggara, Amerika Latin, Timur Tengah, dan Eropa menjadi faktor utama di balik lonjakan penjualan internasional ini.

Target Tercapai, Tantangan Besar Menanti di 2026

BYD sebelumnya menargetkan penjualan 5,5 juta unit pada awal 2025, bahkan ada spekulasi pasar yang menyebut potensi hingga 6,5 juta unit. Namun, target tersebut direvisi menjadi 4,6 juta unit pada September 2025, angka yang akhirnya berhasil dicapai.

Banyak Produsen Mobil Listrik China Terancam Gulung Tikar di 2026, Ini Penyebabnya

Memasuki tahun 2026, tantangan bagi BYD diprediksi akan semakin besar. Penjualan domestik China menunjukkan tren melemah seiring berkurangnya ruang untuk diskon harga, meningkatnya pengawasan dari regulator, serta semakin kuatnya persaingan dari produsen lokal lain seperti Geely dan Leapmotor. Oleh karena itu, kinerja BYD pada 2026 diprediksi akan sangat bergantung pada kelanjutan pertumbuhan di pasar internasional, sekaligus kemampuan perusahaan mempertahankan daya saing produk dan harga di tengah pasar kendaraan listrik global yang semakin padat.