Banyak Produsen Mobil Listrik China Terancam Gulung Tikar di 2026, Ini Penyebabnya
Sektor kendaraan listrik China diprediksi akan mengalami perombakan besar-besaran pada tahun 2026. Puluhan produsen mobil listrik di negara tersebut terancam kesulitan untuk bertahan, bahkan gulung tikar. Prediksi ini muncul seiring dengan banyaknya perusahaan yang dilaporkan merugi pada tahun ini.
Penyebaran mobil listrik China yang sangat cepat di berbagai belahan dunia didorong oleh lonjakan permintaan dan dukungan kuat dari pemerintah setempat. Angka ekspor mobil listrik China tercatat meroket 87 persen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Namun, tidak semua produsen tampaknya mampu mengikuti tren positif ini dalam jangka panjang.
Perubahan Kebijakan Subsidi Picu Kekhawatiran
Tahun 2026 diprediksi menjadi titik balik krusial bagi industri kendaraan listrik China. Laporan dari South China Morning Post menyebutkan bahwa sekitar 50 produsen mobil listrik mengalami kerugian dan terpaksa melakukan pemangkasan besar. Beberapa di antaranya bahkan diprediksi akan tutup total.
Keputusan kebijakan pemerintah mendatang akan sangat menentukan nasib industri ini. Pada Januari 2026, Beijing dijadwalkan memutuskan kelanjutan subsidi tukar tambah mobil listrik senilai 20.000 yuan atau sekitar Rp 47 jutaan. Selain itu, pembebasan pajak pembelian sebesar 10 persen yang akan berakhir tahun ini, dikurangi menjadi 5 persen mulai Januari 2026, dan akan sepenuhnya berakhir pada 2028.
Perang Harga dan Beban R&D Tekan Keuntungan
Qian Kang, seorang pengelola pabrik komponen otomotif, menyatakan bahwa waktu tidak berpihak pada produsen yang gagal menarik minat konsumen muda. “Bagi sebagian besar produsen mobil listrik yang merugi, kinerja tahun depan akan makin krusial,” ujarnya.
Faktor lain yang menekan adalah perang harga yang terjadi di pasar mobil listrik China. Meskipun membuat harga lebih terjangkau, praktik ini secara signifikan mengurangi margin keuntungan perusahaan. Ditambah lagi, investasi besar dalam riset dan pengembangan (R&D) semakin mengikis keuntungan yang sudah tipis.
Investor Yin Ran menggambarkan situasi ini sebagai “permainan bertahan hidup”.
“Produsen mobil yang menguntungkan akan jadi pemenang, sementara produsen yang merugi akan kehabisan dana,” jelasnya.
Hanya Sedikit yang Diprediksi Bertahan
Penurunan pengiriman kendaraan baru di China diperkirakan mencapai lima persen tahun depan, penurunan terbesar sejak 2020. Hal ini dipicu oleh berkurangnya dukungan pemerintah dan kelebihan kapasitas produksi di industri kendaraan listrik.
Hanya segelintir perusahaan yang diprediksi mampu bertahan dan terus tumbuh. Beberapa nama yang disebut masih menguntungkan dan berpotensi kuat di tahun depan antara lain BYD, Seres, dan Li Auto.