Jannik Sinner Tinggal Selangkah Ukir Sejarah Sunshine Double, Lehecka Jadi Ujian Terakhir

Final tunggal putra Miami Open 2026 akan menjadi panggung penentuan bagi Jannik Sinner. Petenis Italia itu hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk menyempurnakan rangkaian turnamen Amerika Serikat dengan gelar beruntun Indian Wells dan Miami—sebuah capaian langka yang dikenal sebagai Sunshine Double.

Di hadapannya berdiri petenis Ceko, Jiri Lehecka, yang datang sebagai kuda hitam namun dengan performa semifinal yang sangat meyakinkan.

Aryna Sabalenka Juara Miami Open 2026, Sabet Gelar Sunshine Double

Rekor Pertemuan Berat Sebelah

Secara statistik, duel ini tampak timpang. Sinner memimpin rekor pertemuan 4-0 dan belum pernah kehilangan satu set pun dari Lehecka. Pertemuan terakhir mereka di Roland Garros 2025 bahkan berakhir sangat telak: 6-0, 6-1, 6-2 untuk Sinner.

Catatan tersebut membuat Sinner difavoritkan kuat dalam pertemuan kelima mereka di Miami.

Perjalanan Sinner di Amerika musim ini nyaris tanpa cela. Ia telah memenangi 22 set beruntun di Indian Wells dan Miami. Artinya, sepanjang dua turnamen Masters 1000 tersebut, belum ada satu pun lawan yang mampu merebut satu set dari tangannya.

Di semifinal Miami, Sinner mendapat perlawanan sengit dari Alexander Zverev. Ia sempat berada dalam tekanan saat menghadapi break point di awal laga dan harus menghadapi lonjakan emosi Zverev di set kedua. Namun di momen-momen krusial, Sinner tampil sangat klinis, terutama saat tie-break.

“Apa yang membuat perbedaan hari ini? Servis saya sangat baik di momen akhir, itu sangat membantu,” ujar Sinner usai laga.

Kematangan dalam mengurangi error di fase penentuan membuatnya nyaris tak tersentuh sepanjang Sunshine Swing.

Lehecka Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi

Meski rekor pertemuan tidak berpihak padanya, Lehecka menunjukkan performa yang berbeda di Miami. Pada semifinal, ia tampil dominan saat menyingkirkan petenis muda Prancis, Arthur Fils, dengan skor 6-2, 6-2.

Lehecka mencatat lebih dari 70 persen first serve masuk, tidak menghadapi satu pun break point, dan langsung menekan lawan lewat return agresif sejak reli pertama.

“Saya merasa perlu mengambil risiko lebih besar saat return agar bisa mendikte tempo permainan,” kata Lehecka.

Tiru Strategi Jakub Mensik

Jika ada referensi bagaimana cara mengalahkan Sinner, Lehecka bisa melihat apa yang dilakukan kompatriotnya, Jakub Mensik, yang menjadi orang terakhir menumbangkan Sinner enam pekan lalu di Doha. Mensik melakukannya dengan 11 ace dan agresivitas maksimal dari baseline.

Gaya bermain seperti itu secara teori cocok dengan karakter Lehecka, apalagi dengan kondisi lapangan keras Miami yang relatif cepat.

Namun tantangannya besar. Sinner juga sangat nyaman bermain di Miami dengan catatan 24 kemenangan dan hanya tiga kekalahan, serta belum pernah kalah di turnamen ini sejak 2023.

Pertemuan ini diprediksi menjadi adu pukulan bersih dari baseline. Baik Sinner maupun Lehecka dikenal sebagai dua clean hitter terbaik di tur ATP saat ini, dengan timing dan akurasi pukulan yang sangat presisi.

Meski peluang kejutan tetap terbuka, seluruh data statistik, rekor pertemuan, konsistensi performa, dan ketenangan di momen penting membuat Sinner berada di posisi terdepan untuk mengunci sejarah Sunshine Double.

Satu laga lagi, dan sejarah bisa tercipta.