VAR Gagal Melihat Kylian Mbappe Berdarah dalam Laga Real Madrid vs Girona

Pertandingan La Liga antara Real Madrid dan Girona yang berakhir imbang 1-1 akhir pekan lalu memicu kontroversi besar terkait penggunaan teknologi VAR. Real Madrid kehilangan poin krusial setelah insiden yang melibatkan Kylian Mbappe di dalam kotak penalti tidak berbuah tendangan penalti meski terdapat kontak fisik yang signifikan.

Kylian Mbappe diketahui menerima sikutan keras dari pemain Girona pada menit-menit akhir pertandingan yang menyebabkan luka hingga berdarah. Namun, wasit tetap melanjutkan jalannya laga dan ofisial VAR tidak melakukan intervensi karena tidak melihat adanya pendarahan pada wajah Mbappe saat proses peninjauan visual sedang berlangsung.

Protes keras dilayangkan oleh para pemain Real Madrid di lapangan segera setelah insiden tersebut terjadi. Meskipun tayangan ulang menunjukkan adanya kontak keras di area terlarang, wasit tetap pada keputusannya untuk tidak menunjuk titik putih bagi Los Blancos.

Kegagalan Deteksi Visual Ofisial VAR

Fakta mengenai kondisi fisik Kylian Mbappe baru terungkap secara luas setelah pertandingan berakhir melalui laporan dari El Chiringuito TV. Ofisial yang bertugas di ruang VAR dikabarkan sama sekali tidak menyadari bahwa penyerang asal Prancis tersebut mengalami pendarahan saat mereka mengevaluasi insiden sikutan itu.

Para petugas VAR justru baru mengetahui bahwa terdapat luka fisik nyata pada Mbappe setelah mereka melihat gambar-gambar yang beredar di media sosial pasca-laga. Keterlambatan informasi ini membuat indikator penting yang seharusnya memicu pemeriksaan lebih mendalam menjadi terlewatkan.

“Wasit VAR dalam pertandingan Real Madrid vs Girona tidak melihat Mbappe berdarah saat mereka meninjau tayangan. Mereka baru mengetahuinya setelah pertandingan melalui media sosial,” tulis laporan El Chiringuito TV.

Keterbatasan Kamera dan Dampak Bagi Real Madrid

Masalah teknis berupa keterbatasan sudut kamera menjadi faktor utama di balik kegagalan VAR menangkap momen krusial tersebut. Meskipun stadion dilengkapi dengan 24 kamera, tidak ada satu pun sudut pandang yang secara jelas menangkap visual pendarahan yang dialami Mbappe pada saat kejadian berlangsung.

Kondisi ini mengakibatkan VAR mengevaluasi insiden hanya berdasarkan rekaman visual yang tidak lengkap. Hilangnya detail pendarahan tersebut membuat tim wasit tidak melihat alasan kuat untuk menganulir keputusan wasit utama di lapangan atau meminta peninjauan ulang di pinggir lapangan.

Hasil imbang ini memberikan dampak langsung bagi posisi Real Madrid dalam perburuan gelar juara La Liga musim 2025/2026. Kehilangan dua poin di kandang akibat keputusan yang dinilai tidak adil memicu kembali debat mengenai efektivitas dan detail akurasi teknologi VAR dalam sepak bola modern.