Rio Ferdinand Mengaku Lamine Yamal Membuatnya Kembali Mencintai Sepak Bola
Rio Ferdinand, legenda Manchester United, melayangkan pujian tinggi untuk superstar Barcelona, Lamine Yamal. Pujian tersebut disampaikannya dalam siniar pribadi Ferdinand, di mana ia secara khusus menyoroti keberanian Yamal dalam menghadapi isu rasisme pada usianya yang masih 18 tahun.
Dukungan ini datang setelah Lamine Yamal menjadi sasaran pelecehan rasis dari sekelompok pendukung Atletico Madrid di Riyadh Air Metropolitano. Sebelumnya, pemain berusia 18 tahun itu juga menghadapi nyanyian anti-Muslim di RCDE Stadium saat membela timnas Spanyol melawan Mesir dalam laga persahabatan.
Ferdinand tidak hanya memuji kualitas penyerang Barcelona tersebut, tetapi juga secara tegas membela Yamal dari pelecehan rasis yang ia terima. Mantan pemain internasional Inggris itu turut merasakan kekecewaan yang dialami Yamal di RCDE Stadium.
Kagum Terhadap Kualitas dan Gaya Bermain Lamine Yamal
Ferdinand mengungkapkan kekagumannya yang mendalam terhadap kualitas Lamine Yamal sebagai seorang pesepak bola. Ia menilai Yamal adalah tipe pemain yang berani mengambil risiko dan mampu menghibur penonton dengan gaya bermainnya.
“Dia membuat saya kembali mencintai sepak bola,” kata Ferdinand, seperti dikutip dari Mundo Deportivo. “Dulu, ketika ada pemain seperti Maradona, Riquelme, Veron… itulah mengapa saya mencintai sepak bola. Orang-orang yang berani menghadapi pemain bertahan, yang melakukan hal-hal gila dan hanya mengambil risiko.”
Mantan bek tengah Manchester United itu menambahkan bahwa Lamine Yamal berada dalam kategori pemain tersebut. Yamal dianggap sebagai pemain yang berani mengambil risiko dan memiliki keinginan untuk menghibur. Ferdinand bahkan menyebut Yamal pantas masuk dalam diskusi pemain terbaik dunia saat ini.
Ferdinand menambahkan bahwa Lamine Yamal adalah sosok yang tidak hanya sekadar pesepak bola, melainkan individu yang berani menyuarakan isu-isu penting. Ia melihat Yamal sebagai sosok yang berani mengambil langkah untuk perubahan positif di luar lapangan.
Lamine Yamal Berani Melawan Rasisme dan Nyanyian Anti-Muslim
Selain kualitas di lapangan, Rio Ferdinand juga mengagumi keberanian Lamine Yamal dalam menyuarakan isu-isu penting. Yamal disebutnya lebih dari sekadar pesepak bola karena telah mengangkat suaranya melawan ketidakadilan.
“Dan kau tahu apa lagi yang saya sukai darinya? Dia lebih dari sekadar pesepak bola,” ujar Ferdinand.
Ferdinand merujuk pada unggahan Yamal setelah pertandingan melawan Mesir, di mana Yamal menyoroti nyanyian anti-Muslim yang terdengar di stadion. Yamal menyatakan bahwa sebagai seorang Muslim, hal tersebut tidak sopan dan tidak dapat ditoleransi.
“Ini adalah anak muda yang menyuarakan pendapatnya, Anda tahu? Dia bukan veteran yang sudah melakukan ini selama 10 tahun,” komentar Ferdinand. “Dia adalah anak berusia 18 tahun yang memutuskan untuk mengatakan, ‘Saya tidak akan menoleransi itu, itu tidak sopan, itu melewati batas, itu rasis, dan orang-orang perlu tahu itu.’ Dan menurut saya komentar itu sangat sempurna nadanya.”