Scott McTominay Bantah Teori Peningkatan Performa Pemain Usai Tinggalkan Manchester United

Gelandang internasional Skotlandia, Scott McTominay, memberikan tanggapan tegas terkait teori yang menyebut bahwa para pemain Manchester United justru berkembang pesat setelah meninggalkan Old Trafford. McTominay, yang kini menjadi bintang di Napoli, secara lugas menyatakan ketidaksetujuannya terhadap pandangan tersebut.

Pernyataan ini muncul menyusul serangkaian kasus mantan pemain Manchester United yang berhasil mencapai puncak performa di klub baru mereka, terutama setelah hengkang dari Liga Primer Inggris. McTominay sendiri menjadi salah satu contoh nyata, di mana kariernya melonjak drastis sejak bergabung dengan Napoli pada musim panas 2024.

Dalam debutnya bersama klub Italia tersebut, McTominay berhasil membawa Napoli menjuarai Serie A dan meraih penghargaan Pemain Terbaik Liga serta MVP liga. Ia juga sukses memenangkan Supercopa Italiana dua musim berikutnya, menjadikan biaya transfernya senilai £25,7 juta terlihat sebagai investasi yang sangat menguntungkan bagi tim asuhan Antonio Conte tersebut.

Tanggapan Tegas Scott McTominay

Berbicara kepada CBS Sports Golazo pada 18 Desember 2025, Scott McTominay secara terbuka membantah teori peningkatan performa setelah meninggalkan The Red Devils. Ia menganggap anggapan tersebut sebagai alasan yang terlalu mudah.

“Saya tidak setuju. Itu adalah alasan yang terlalu mudah. Menurut saya, terlalu gampang untuk mengatakan hal itu,” ujar Scott McTominay kepada CBS Sports Golazo.

McTominay lebih lanjut menjelaskan bahwa selama berada di Manchester United, para pemain mendapatkan dukungan penuh untuk meraih kesuksesan. Mulai dari aspek taktik, latihan, hingga nutrisi, semuanya telah disediakan.

“Kapan pun saya berada di sana, mereka membantu saya dengan segalanya. Taktik, latihan, nutrisi, semuanya ada di sana untuk Anda sukses. Bukan berarti mereka tidak memberi Anda hal-hal tertentu yang dilakukan klub lain, itu mitos,” tambahnya. “Karena sorotan langsung tertuju pada Anda, itu membuatnya terlihat jauh lebih buruk. Di tahun terakhir saya, saya tampil bagus, mencetak 10 gol dan kami memenangkan sebuah trofi.”

McTominay juga menyoroti bahwa sorotan media yang intens di Manchester United kerap memperburuk persepsi terhadap performa pemain. Meski demikian, ia mengakui musim terakhirnya di Old Trafford merupakan yang terbaik, dengan mencetak 10 gol dalam 43 pertandingan dan memenangkan satu trofi.

Jejak Sukses Para Mantan Bintang Setan Merah

Terlepas dari bantahan McTominay, fenomena pemain yang bersinar setelah meninggalkan Manchester United memang terlihat jelas. Romelu Lukaku, misalnya, setelah periode yang kurang meyakinkan di Old Trafford dengan 28 gol dalam 66 penampilan, pindah ke Inter Milan pada tahun 2019 dan langsung mencetak 23 gol dalam 36 pertandingan, diikuti 24 gol pada musim berikutnya.

Angel Di Maria juga mengalami musim yang sulit di Manchester United sebelum hijrah ke Paris Saint-Germain (PSG). Di klub Prancis itu, Di Maria menjelma menjadi legenda dengan mencatat 112 assist dan 92 gol dalam 295 penampilan, menjadikannya pencetak assist sepanjang masa PSG.

Selain itu, Rasmus Hojlund dan Marcus Rashford juga disebut-sebut mengalami peningkatan performa setelah meninggalkan Manchester United melalui jalur pinjaman. Hojlund disebut sukses di Napoli, sementara Rashford menemukan kembali performa terbaiknya saat dipinjamkan ke Barcelona.

Namun, muncul sebuah pertanyaan apakah kesuksesan para pemain ini lebih disebabkan oleh faktor meninggalkan Liga Primer Inggris, bukan semata-mata karena telah hengkang dari Manchester United. Banyak dari mereka memang menunjukkan performa terbaik di liga-liga di luar Inggris.