Chelsea Dikabarkan Buka Peluang Penjualan Alejandro Garnacho Musim Panas Ini
Chelsea dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menjual pemain sayap Alejandro Garnacho pada bursa transfer musim panas ini. Keputusan ini muncul setelah performa pemain asal Argentina tersebut di Stamford Bridge dinilai belum memenuhi ekspektasi sejak kepindahannya dari Manchester United musim panas lalu.
Menurut laporan jurnalis Simon Phillips, petinggi Chelsea, termasuk Liam Rosenior, terbuka terhadap tawaran untuk Garnacho yang kini berusia 21 tahun. Garnacho didatangkan The Blues dengan biaya transfer sebesar £40 juta.
Performa Garnacho di Chelsea selama semusim ini tidak berjalan sesuai harapan, yang berpotensi berdampak pada ambisinya untuk masuk skuad tim nasional Argentina di Piala Dunia 2026.
Perjalanan Garnacho di Stamford Bridge
Sejak tiba di Chelsea, Alejandro Garnacho kesulitan menemukan bentuk permainan terbaiknya. Ia telah mencetak delapan gol dan empat assist dalam 37 penampilan untuk The Blues di berbagai kompetisi.
Namun, perjuangannya terlihat jelas dari fakta bahwa ia hanya berhasil mencetak satu gol di Liga Primer Inggris sepanjang musim ini. Angka ini jauh dari harapan yang disematkan kepadanya sebagai talenta muda menjanjikan.
Perekrutan Garnacho pada musim panas lalu, meskipun dianggap mengisi kekosongan di pasar sayap kiri oleh Chelsea, kini diakui sebagai salah satu keputusan yang disesali oleh manajemen klub. Chelsea sendiri memiliki rekam jejak dalam merekrut talenta muda dan menjualnya kembali untuk mendapatkan keuntungan.
“Chelsea percaya bahwa Garnacho akan memiliki banyak pelamar yang bersedia pada dasarnya membayar biaya yang sama dengan yang mereka keluarkan untuk merekrutnya musim panas lalu,” tulis Simon Phillips di Substack-nya.
Phillips menambahkan, “Klub rupanya percaya bahwa pasar sayap kiri kering musim panas lalu, tetapi ada beberapa penyesalan rekrutmen dari musim panas juga.”
Kontroversi Sebelum Pindah dan Dampak pada Karier
Sebelum kepindahannya ke Chelsea, Garnacho memang meninggalkan Manchester United dengan cara yang kurang baik. Ia dilaporkan berselisih dengan manajer saat itu, Ruben Amorim, dan menjadi bagian dari “skuad bom” di klub.
Hubungan yang memburuk ini memuncak setelah kekalahan di final Liga Europa dari Tottenham Hotspur di Bilbao, di mana saudaranya menyalahkan Amorim. Garnacho sendiri bahkan menyukai unggahan yang mengumumkan pemecatan manajer asal Portugal itu pada Januari.
Periode akhir Garnacho di Old Trafford, dalam 144 penampilannya, membuatnya menjadi bayangan dari dirinya yang dulu. Ia kehilangan reputasinya sebagai pemain muda pemberani yang eksplosif di sisi sayap, dengan masalah di dalam dan luar lapangan yang mengaburkan potensinya menjadi pemain tim utama setelah bersinar di akademi.
Performa yang buruk di London barat kini dapat memiliki implikasi serius terhadap mimpi Piala Dunia 2026. Tim nasional Argentina akan bertandang ke Amerika Utara dengan harapan mempertahankan gelar mereka, dan Alejandro Garnacho tentu ingin masuk dalam skuad 26 pemain Lionel Scaloni.
Namun, peluangnya untuk mendapatkan tempat di skuad menjadi sangat tipis mengingat betapa buruknya performanya sejak perpindahannya dari Manchester ke London musim panas lalu.