Honda Dekati Tech3, KTM Terancam Kehilangan Tim Satelit di MotoGP 2027
MotoGP Sports Entertainment Group (SEG) dilaporkan mulai mencermati dengan serius manuver Honda yang disebut sudah berada pada tahap lanjut dalam negosiasi dengan Tech3 untuk musim MotoGP 2027. Jika kesepakatan tercapai, maka KTM berpotensi kehilangan satu-satunya tim satelit yang selama ini menjadi penopang penting pengembangan motor mereka.
Situasi ini dinilai sensitif karena bertepatan dengan dimulainya era regulasi baru MotoGP pada 2027, saat kapasitas mesin dipangkas menjadi 850cc dan seluruh pabrikan memulai proyek pengembangan dari nol.
Honda Ingin Tambah Motor Spesifikasi Pabrikan
Saat ini Honda hanya memiliki satu tim satelit, yakni LCR Honda. Namun pabrikan Jepang tersebut memiliki rencana ambisius pada 2027 dengan menurunkan enam motor spesifikasi pabrikan di lintasan.
Langkah ini dianggap krusial untuk mempercepat pengumpulan data balap demi memperbaiki performa motor yang dalam beberapa musim terakhir tertinggal dari para rival. Semakin banyak motor identik di lintasan, semakin besar pula data teknis yang bisa dikumpulkan untuk kebutuhan riset dan pengembangan.
Sebelumnya, Honda sempat mencoba membujuk Gresini Racing agar meninggalkan Ducati. Namun upaya tersebut gagal setelah Ducati Lenovo Team meyakinkan Gresini untuk memperpanjang kontrak satelitnya.
Kegagalan itu membuat Honda mengalihkan fokus ke Tech3.
Kontrak Tech3 Berakhir 2026, Honda Masuk di Momen Tepat
Tech3 telah menjadi mitra KTM sejak 2019 setelah berpisah dari Yamaha. Status tersebut membuat Tech3 menjadi satu-satunya tim satelit KTM di MotoGP saat ini.
Kontrak kerja sama Tech3 dengan KTM akan habis pada akhir musim 2026. Celah inilah yang dimanfaatkan Honda untuk melakukan pendekatan serius. Laporan media Spanyol menyebut pembicaraan kedua pihak sudah berada di tahap lanjut dan kesepakatan disebut semakin dekat.
Bagi Honda, Tech3 dinilai sebagai kandidat ideal karena memiliki pengalaman panjang sebagai tim satelit berbagai pabrikan dan struktur operasional yang stabil.
Dampak Besar Bagi KTM Jika Tech3 Pergi
Jika Tech3 benar-benar bergabung dengan Honda pada 2027, KTM akan kehilangan dukungan tim satelit dan hanya menyisakan dua motor pabrikan di grid. Jumlah ini akan menjadi yang paling sedikit dibanding pabrikan lain.
Kondisi tersebut berpotensi menghambat proses pengembangan motor KTM di era baru, karena minimnya data pembanding dari tim non-pabrikan.
Situasi ini pula yang membuat MotoGP SEG khawatir KTM bisa berada di jalur yang sama seperti Suzuki, yang memutuskan mundur dari MotoGP pada akhir 2022 ketika hanya memiliki dua motor di lintasan.
KTM Sudah Kembangkan Motor 850cc, Tapi Situasi Finansial Jadi Sorotan
Di sisi teknis, KTM sebenarnya sudah mulai mengembangkan motor untuk regulasi 850cc. Ini menunjukkan komitmen mereka menyambut era baru MotoGP.
Namun dalam setahun terakhir, masa depan KTM sempat menjadi perbincangan setelah muncul laporan mengenai persoalan finansial di induk perusahaan pada akhir 2024. Meski laporan terbaru menyebut Bajaj Auto tidak jadi melepas KTM, potensi perubahan struktur kepemilikan tetap dinilai sebagai faktor risiko.
Yang turut menjadi perhatian SEG adalah belum adanya kontrak resmi yang mengikat KTM untuk tetap berkompetisi di MotoGP setelah 2026. Negosiasi perjanjian kolektif antara promotor dan para pabrikan masih berlangsung.
Bukan Sekadar Perpindahan Tim, Tapi Isu Stabilitas Grid
Bagi MotoGP SEG, potensi kepindahan Tech3 ke Honda bukan sekadar urusan perpindahan tim satelit. Ada kekhawatiran lebih besar terkait stabilitas jumlah motor di grid pada 2027.
Kehilangan tim satelit bisa memicu keraguan strategis di internal KTM mengenai kelanjutan investasi mereka di kelas premier, terutama di tengah perubahan regulasi besar dan tekanan finansial.
Jika kesepakatan Honda dan Tech3 benar terjadi, maka dinamika kekuatan MotoGP 2027 akan berubah signifikan, sekaligus menempatkan masa depan KTM sebagai salah satu isu paling krusial yang akan terus dipantau dalam dua musim mendatang.