Raphinha Cedera Selama 5 Pekan, Barcelona Kehilangan Pemain Andalan di Laga Krusial

Barcelona dipastikan harus kehilangan salah satu pemain kuncinya, Raphinha, selama kurang lebih lima pekan ke depan. Winger asal Brasil tersebut mengalami cedera hamstring saat membela negaranya dalam laga persahabatan melawan Prancis pada Jumat (27/3/2026) dini hari WIB.

Cedera ini menjadi pukulan telak bagi klub berjuluk Blaugrana tersebut, mengingat Raphinha memiliki peran krusial dalam skema permainan tim di tengah padatnya jadwal di akhir musim.

Raphinha mengalami cedera pada bagian hamstring kaki kanannya saat pertandingan yang berlangsung di Gillette Stadium, Massachusetts, Amerika Serikat. Ia sempat bermain sebagai starter namun harus ditarik keluar pada babak pergantian babak karena merasakan nyeri. Federasi Sepakbola Brasil (CBF) mengonfirmasi cedera tersebut setelah melakukan tes medis.

Barcelona kemudian merilis pernyataan resmi bahwa pemain berusia 29 tahun itu akan kembali ke klub untuk menjalani perawatan yang diperlukan, dengan estimasi waktu pemulihan mencapai lima pekan. Dengan demikian, Raphinha dipastikan akan melewatkan sejumlah pertandingan penting, baik di ajang LaLiga maupun Liga Champions.

Jadwal Padat Tanpa Andalan

Absennya Raphinha diperkirakan akan berdampak signifikan pada performa Barcelona, terutama dalam menghadapi periode krusial di bulan April dan awal Mei 2026. Ia dipastikan akan melewatkan pertandingan LaLiga melawan rival sekota, Atletico Madrid, pada 4 April.

Lebih lanjut, Raphinha juga dipastikan tidak dapat memperkuat tim dalam dua leg perempat final Liga Champions melawan tim yang sama, yang dijadwalkan pada 8 dan 14 April. Jika Barcelona berhasil melaju ke babak semifinal, Raphinha kemungkinan besar masih belum bisa bergabung karena estimasi waktu pemulihannya baru akan berakhir pada awal Mei.

Pertandingan El Clasico melawan Real Madrid yang dijadwalkan pada 10 Mei juga berpotensi menjadi laga *comeback* bagi Raphinha, meskipun belum dapat dipastikan apakah ia akan langsung dalam kondisi prima. Jika skenario ini terjadi, Raphinha hanya akan memainkan segelintir pertandingan sebelum Piala Dunia 2026 yang akan dimulai pada Juni 2026.

Potensi Pengganti Raphinha

Cedera Raphinha memaksa pelatih Hansi Flick untuk segera mencari alternatif pengganti yang sepadan di posisi sayap kiri. Raphinha sendiri musim ini telah menjadi salah satu pemain kunci Barcelona, dengan catatan 19 gol dan 8 assist dari 31 penampilan di berbagai kompetisi. Peran krusialnya dalam membongkar pertahanan lawan dan menciptakan peluang gol menjadikannya sosok yang sulit digantikan.

Beberapa nama telah mencuat sebagai kandidat pengganti Raphinha. Salah satu opsi yang paling realistis adalah Marcus Rashford, yang dianggap sebagai pemain paling alami untuk mengisi posisi di sayap kiri. Meskipun bukan selalu menjadi starter utama, Rashford telah menunjukkan performa menjanjikan dan diharapkan dapat mengambil peran lebih besar.

Selain Rashford, Hansi Flick juga memiliki beberapa alternatif lain seperti Dani Olmo, Fermín López, Ferran Torres, dan João Cancelo. Pemain muda seperti Roony Bardghji juga bisa menjadi opsi, meskipun Barcelona dikabarkan mengalami kendala dalam mempromosikan pemain dari tim B karena masalah cedera dan perjuangan tim promosi.

Sejarah Cedera Raphinha

Ini bukan kali pertama Raphinha harus menepi karena cedera pada musim ini. Cedera hamstring yang dialaminya kali ini merupakan cedera ketiga yang ia alami. Sebelumnya, Raphinha sempat absen dalam 13 pertandingan antara September dan November akibat cedera otot di paha kanannya. Ia juga sempat absen dalam tiga pertandingan pada periode Januari hingga Februari.

Sejarah cedera yang berulang ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri, mengingat cedera yang dialami kali ini melibatkan otot yang sama dengan cedera sebelumnya, yaitu *biceps femoris* di kaki kanannya.

Absennya Raphinha di tengah jadwal padat dan persaingan ketat di LaLiga serta Liga Champions menjadi tantangan besar bagi Barcelona. Tim harus mampu beradaptasi dan menemukan solusi taktis untuk tetap menjaga performa dan ambisi mereka di sisa musim ini tanpa salah satu pilar utamanya.