Bartomeu Bantah Kelola Keuangan Buruk, Tuduh Laporta Jadi Penyebab Lionel Messi Pergi

Mantan Presiden FC Barcelona, Josep Maria Bartomeu, akhirnya buka suara membantah keras tuduhan kesalahan manajemen keuangan yang dialamatkan kepadanya. Bartomeu justru mengklaim bahwa tindakan dan keputusan presiden penggantinya, Joan Laporta, yang menjadi penyebab utama kepergian megabintang Lionel Messi dari Camp Nou pada tahun 2021.

Dalam sebuah wawancara yang dirilis baru-baru ini, Bartomeu menegaskan bahwa ia tidak pernah melakukan kesalahan manajemen keuangan yang fatal. Ia menyatakan bahwa sebagian besar kesulitan finansial yang dihadapi klub berasal dari dampak pandemi COVID-19 yang sangat memukul pendapatan klub, serta kebijakan ekonomi yang diambil oleh dewan direksi saat ini di bawah kepemimpinan Laporta. Bartomeu bahkan menuding Laporta sengaja membuat situasi keuangan klub memburuk untuk menjustifikasi kepergian Messi.

Bartomeu Bela Diri dari Tuduhan Finansial

Josep Maria Bartomeu, yang menjabat sebagai Presiden Barcelona sebelum Joan Laporta, membantah keras tuduhan bahwa masa kepemimpinannya meninggalkan klub dalam kondisi keuangan yang buruk. Bartomeu menyatakan bahwa laporan keuangan klub pada akhir masa baktinya menunjukkan profitabilitas yang sehat, dan bahwa masalah finansial yang dihadapi Barcelona saat ini sebagian besar disebabkan oleh pandemi global.

Ia juga mengkritik cara dewan direksi Laporta dalam melaporkan kerugian yang dinilainya terlalu dibesar-besarkan, terutama terkait penyesuaian kerugian yang seharusnya bisa diamortisasi selama lima tahun karena keadaan khusus pandemi.

“Tanpa pandemi, klub hanya akan mengalami kerugian 50 juta euro pada musim 2020-21,” ujar Bartomeu, merujuk pada laporan keuangan yang diklaimnya berbeda dengan angka 481 juta euro kerugian yang dilaporkan dewan Laporta.

Ia menambahkan bahwa dewan direksi sebelumnya telah merencanakan pemilu pada Maret 2021 untuk menyelesaikan laporan musim 2020-21, yang menurutnya akan memungkinkan mereka mengambil keputusan yang tepat untuk menghindari situasi keuangan saat ini.

Klaim Laporta Sengaja Buat Messi Pergi

Lebih lanjut, Bartomeu secara spesifik menyoroti kepergian Lionel Messi pada Agustus 2021 sebagai salah satu keputusan paling disesalkan yang terjadi di bawah kepemimpinan Laporta. Ia meyakini bahwa keputusan tersebut bukanlah semata-mata karena masalah finansial yang tidak dapat dihindari, melainkan akibat dari pengelolaan yang buruk oleh dewan direksi saat ini.

Bartomeu mengklaim bahwa di bawah kepemimpinannya, kontrak Messi seharusnya bisa diperpanjang, namun situasi berubah drastis setelah dewan baru mengambil alih.

“Dia mungkin berpikir dewan baru akan memperbarui kontraknya. Namun, pada saat itu, klub justru membiarkannya pergi,” jelas Bartomeu, merujuk pada situasi tahun 2021 di mana Barcelona tidak mampu memenuhi persyaratan kontrak baru karena aturan Financial Fair Play La Liga.

Bartomeu juga menyinggung bahwa laporan independen terbaru menunjukkan utang klub membengkak menjadi €4,12 miliar, yang menimbulkan pertanyaan apakah kepergian Messi benar-benar didorong oleh alasan finansial atau ada motif lain.

Peristiwa Kontrak Messi dan Burofax 2020

Bartomeu juga mengenang kembali momen pada Agustus 2020 ketika Messi secara resmi memberitahukan niatnya untuk meninggalkan klub melalui ‘burofax’. Saat itu, Bartomeu menolak permintaan tersebut.

Ia berargumen bahwa Messi masih terikat kontrak dan tidak bisa dilepas tanpa biaya transfer, mengingat statusnya sebagai aset berharga bagi klub. Keputusan Bartomeu untuk menahan Messi pada saat itu berhasil mencegah kepergian sang pemain, namun setahun kemudian, situasi keuangan klub yang memburuk di bawah kepemimpinan Laporta membuat Barcelona tidak berdaya untuk mempertahankannya.

Sebelumnya, Bartomeu sempat menyatakan keyakinannya bahwa Messi akan mengakhiri kariernya di Barcelona. Ia bahkan mengatakan bahwa pembicaraan perpanjangan kontrak sedang berlangsung dan akan terus berlanjut. Bartomeu berjanji bahwa kesepakatan akan tercapai dan pemain asal Argentina itu akan terus bermain di Camp Nou. Pernyataan ini kontras dengan kenyataan pahit yang terjadi setahun kemudian.

Konteks Keuangan Barcelona dan Tuduhan Penyelewengan

Perdebatan mengenai kondisi keuangan Barcelona dan tanggung jawab atas kepergian Messi semakin memanas dengan munculnya berbagai laporan dan tuduhan. Joan Laporta, saat mengambil alih kepemimpinan, kerap menyalahkan dewan sebelumnya yang dipimpin Bartomeu atas “malapetaka finansial” yang ditinggalkan. Ia mengklaim menemukan banyak penyimpangan, termasuk pembayaran yang tidak semestinya dan potensi pengayaan ilegal.

Namun, Bartomeu membela diri dengan menyatakan bahwa manajemennya tidak “bencana” dan bahwa sebagian besar kerugian yang dilaporkan dewan Laporta (lebih dari 600 juta euro) tidak sepenuhnya disebabkan oleh pandemi, yang diperkirakan hanya berkontribusi sekitar 108 juta euro terhadap kerugian tersebut.

Ia berpendapat bahwa dewan Laporta sengaja “menggembungkan” kerugian untuk menutupi ketidakmampuan mereka dalam mengelola klub dan mempertahankan pemain kunci seperti Messi.

Kasus ini juga melibatkan penyelidikan hukum terhadap Bartomeu dan dewan direksinya atas dugaan pelanggaran tugas dan loyalitas dalam pengelolaan sumber daya klub, termasuk skema pembayaran yang tidak semestinya terkait transfer pemain dan kasus pajak Neymar.

Namun, Bartomeu melalui pengacaranya menyatakan bahwa ia siap menjelaskan posisinya dan merasa dirugikan karena menghadapi banyak kasus hukum tanpa bukti kuat atas keuntungan pribadi.