PSSI Buka Suara Soal Dean James dan Nathan Tjoe-A-On yang Hadapi Masalah Kewarganegaraan di Belanda

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memberikan respons terkait masalah kewarganegaraan atau ‘Paspoortgate’ yang saat ini tengah mengusik sejumlah pemain Tim Nasional Indonesia di Belanda. Federasi memastikan bahwa status kewarganegaraan para pemain tersebut tetap sah menurut hukum di Indonesia.

Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menjelaskan secara rinci bahwa seluruh pemain keturunan yang telah membela Tim Nasional Indonesia, termasuk nama-nama seperti Dean James, Justin Hubner, dan Nathan Tjoe-A-On, telah resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan tidak menghadapi masalah hukum di Tanah Air.

Sumardji juga menyoroti latar belakang para pemain tersebut yang banyak lahir, besar, serta memiliki keluarga di luar Indonesia. Ia menyatakan bahwa keputusan mereka untuk menjadi WNI merupakan bukti nyata kecintaan dan pengabdian terhadap tanah air.

Pengorbanan para pemain ini bukan hanya terlihat dari kerja keras dalam latihan dan pertandingan Tim Nasional, melainkan juga dari fasilitas yang harus mereka lepaskan. Contohnya adalah keharusan memiliki izin atau visa untuk tinggal dan bekerja di negara asing seperti Belanda, yang sebelumnya tidak diperlukan.

Awal Mula dan Dampak “Paspoortgate”

Masalah ‘Paspoortgate’ ini bermula dari laporan klub NAC Breda terhadap Dean James, seorang pemain Indonesia yang saat ini membela Go Ahead Eagles. NAC Breda menganggap James tidak layak dimainkan oleh Eagles karena ia telah berpindah kewarganegaraan dari Belanda ke Indonesia.

NAC Breda, yang kalah 0-6 dalam pertandingan tersebut, mempermasalahkan syarat administrasi Dean James. Pemain berusia 25 tahun itu dinilai memerlukan izin kerja baru dan gaji yang sesuai standar pemain Non-Eropa, yang belum diurus oleh klub maupun sang pemain.

Aduan dari NAC Breda ini kemudian diterima oleh Federasi Sepak Bola Kerajaan Belanda (KNVB). Meskipun pertandingan tidak akan diulang, penyelidikan terkait kasus Dean James terus berlanjut dan dampaknya kini mulai meluas ke pemain lain.

Akibat polemik ini, Dean James dan sejumlah pemain diaspora Timnas Indonesia lainnya terpaksa diparkir oleh klub masing-masing. Mereka bahkan tidak diizinkan untuk berlatih sementara waktu di klub.

Permasalahan serupa tidak hanya menimpa pemain asal Indonesia. Pemain-pemain dari negara lain seperti Cape Verde, Suriname, dan Curacao juga menghadapi situasi yang sama terkait status kewarganegaraan mereka.

Sikap PSSI dan Penegasan Status Hukum

Sumardji menegaskan bahwa ‘Paspoortgate’ ini dapat dimaknai sebagai bentuk pengorbanan yang diambil oleh para pemain yang memilih untuk membela Timnas Indonesia. Hal ini menunjukkan dedikasi mereka terhadap sepak bola nasional.

“Ini merupakan bentuk nyata pengorbanan yang diambil oleh pemain-pemain kita. Kami juga sangat bersyukur, bahwa pemain Timnas Indonesia masih dipercaya mengambil peran penting di klub-klub level teratas Eropa, misalnya Maarten Paes,” ujar Sumardji, seperti dikutip dari detikSport.

Ia juga menjelaskan bahwa masalah yang muncul ini murni merupakan permasalahan administrasi di Belanda. PSSI menilai bahwa polemik ini adalah urusan internal dan hukum di negara tersebut.

“Mengenai permasalahan yang ada di klub-klub Eredivisie, maka itu masalah teknis administrasi yang berkaitan dengan hukum dan peraturan di Belanda,” ungkap Sumardji.