Persija Jakarta Koleksi Kartu Merah Terbanyak Kedua di BRI Super League
Persija Jakarta tercatat sebagai klub pengoleksi kartu merah terbanyak kedua di kompetisi BRI Super League musim 2025/2026. Hingga pekan ke-26, tim berjulukan Macan Kemayoran tersebut telah menerima delapan kartu merah, sebuah indikasi masalah disipliner yang signifikan.
Jumlah delapan kartu merah ini hanya terpaut satu perolehan dari Arema FC yang menempati posisi teratas dalam daftar klub dengan pengusiran terbanyak. Catatan buruk ini terjadi di berbagai pertandingan yang melibatkan Persija sepanjang musim.
Permasalahan emosi pemain di lapangan seringkali berujung pada konsekuensi negatif, termasuk kekalahan dalam pertandingan dan terhambatnya performa tim secara keseluruhan, yang kemudian memengaruhi posisi mereka di klasemen sementara.
Rekor Disipliner dan Para Pemain Kunci
Delapan kartu merah yang diterima Persija Jakarta dalam BRI Super League 2025/2026 melibatkan sejumlah pemain. Jordi Amat menjadi pemain yang paling sering diusir wasit, yaitu sebanyak dua kali. Pemain lain yang juga menerima kartu merah adalah Bruno Tubarao, Fabio Calonego, Aditya Warman, Allano Lima, Rio Fahmi, dan Figo Dennis.
Insiden kartu merah terakhir dialami oleh Jordi Amat ketika Persija Jakarta menghadapi Bhayangkara FC pada pekan ke-26. Pertandingan yang digelar di Stadion Sumpah Pemuda, Bandarlampung, Minggu (5/4/2026), berakhir dengan kekalahan 2-3 bagi Persija setelah Jordi Amat diganjar dua kartu kuning yang berujung kartu merah.
Tidak hanya kartu merah, pemain Persija juga mendominasi perolehan kartu kuning. Allano Lima memimpin daftar ini dengan 12 kartu kuning, menjadikannya pemain dengan koleksi kartu kuning terbanyak. Jordi Amat juga memiliki rekor disipliner yang kurang baik dengan sepuluh kartu kuning, menempatkannya sebagai pengoleksi kartu kuning tertinggi ketiga di tim.
Dampak Terhadap Performa Tim dan Klasemen Liga
Saat Jordi Amat diusir dari lapangan pada pertandingan melawan Bhayangkara FC, Persija sedang dalam posisi imbang 1-1. Meskipun sempat unggul 2-1, tim ibu kota akhirnya harus mengakui keunggulan Bhayangkara FC dengan skor akhir 2-3, menunjukkan dampak langsung dari berkurangnya jumlah pemain.
Manajemen Persija Jakarta telah berulang kali menyampaikan peringatan kepada para pemain untuk menjaga emosi mereka di lapangan. Hal ini dilakukan karena tindakan indispliner tersebut dinilai kerap berdampak negatif pada permainan dan hasil akhir bagi Macan Kemayoran.
Ketidakstabilan emosi para pemain seperti Rizky Ridho dan rekan-rekannya juga memengaruhi pencapaian Persija pada musim ini. Tim kini tertinggal semakin jauh dalam persaingan gelar juara dari tim-tim seperti Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda.
Persija Jakarta saat ini tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara dengan perolehan 52 poin dari 26 pertandingan. Mereka terpaut enam angka dari Persib Bandung di sisa delapan laga, sebuah jarak yang cukup signifikan untuk mengejar gelar juara.