Media Belanda Kabarkan Eredivisie Selidiki 25 Pemain dalam Paspoortgate, Dean James Termasuk!

Eredivisie, liga sepak bola tertinggi di Belanda, sedang menghadapi kasus besar yang dijuluki “paspoortgate” setelah Direktur Eredivisie, Jan de Jong, meminta seluruh klub mendata pemain yang diduga tidak memenuhi syarat bermain.

Kasus ini bermula dari aduan NAC Breda ke Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) pada 15 Maret 2026, setelah kekalahan telak 0-6 dari Go Ahead Eagles. NAC Breda mempertanyakan status bek sayap Go Ahead Eagles, Dean James, yang telah dinaturalisasi Timnas Indonesia, tetapi diduga tidak memenuhi kriteria sebagai pemain non-Uni Eropa (non-EU).

Dinas Imigrasi dan Naturalisasi Belanda (IND) telah menerima daftar 25 pemain putra dan putri yang akan dinilai. Risiko terburuk dari penilaian ini adalah status mereka akan tercatat sebagai pemain non-EU, yang memiliki persyaratan ketat terkait izin kerja, izin tinggal, dan gaji minimal 600 ribu euro per tahun.

Dampak “Paspoortgate” Terhadap Klub dan Pemain

“Paspoortgate” telah memengaruhi beberapa pesepak bola di Eredivisie dan Keuken Kampioen Divisie. Media Belanda, Algemeen Dagblad (AD), melaporkan bahwa Direktur Eredivisie meminta klub-klub menjaga kerahasiaan daftar pemain yang terdampak, mengingat potensi skandal paspor ini berdampak luas.

“Klub-klub diberi waktu satu jam untuk melaporkan. Setelah itu, ia meminta mereka untuk menjaga kerahasiaan. Sebab, menurutnya, klub-klub sebaiknya tidak mengomunikasikan hal ini ke publik,” tulis AD.

Beberapa klub telah menonaktifkan pemain yang berpaspor Suriname dan Indonesia. Selain Dean James, beberapa pemain naturalisasi Timnas Indonesia kelahiran Belanda yang juga terdampak antara lain Justin Hubner (Fortuna Sittard) dan Nathan Tjoe-A-On (Willem II).

“Selain Dean James, pemain yang menjadi awal munculnya kasus ini, beberapa nama lain juga terdampak, seperti Richonell Margaret (Go Ahead Eagles), Justin Lonwijk dan Justin Hubner (Fortuna Sittard), Etienne Vaessen (FC Groningen), Dylan Vente (SC Heerenveen), serta Djevencio van der Kust (Heracles). Para pemain ini dinonaktifkan oleh klub mereka,” imbuh AD.

Kasus ini juga menyasar pemain di divisi kedua Liga Belanda, Keuken Kampioen Divisie. Nathan Tjoe-A-On, bek kiri berusia 24 tahun yang bermain untuk Willem II, juga termasuk dalam daftar pemain yang dinonaktifkan.

Harapan Solusi bagi Pemain Berpaspor Ganda

Situasi ini menimbulkan gagasan agar klub-klub di Eredivisie menghadapi masalah ini secara kolektif demi kepentingan bersama. Kerahasiaan menjadi kunci utama saat ini, dengan klub-klub yang enggan mengungkapkan pemain mana saja yang terlibat secara publik.

“Kini, ketika seluruh Eredivisie berpotensi terdampak skandal paspor, muncul gagasan agar klub-klub menghadapi masalah ini bersama-sama. Secara kolektif, demi kepentingan bersama. Dengan kata lain semua pihak harus tetap kompak,” jelas AD.

Ada suatu harapan yang diungkapkan oleh AD, yakni kemungkinan para pemain non-EU yang sebelumnya memiliki paspor Belanda bisa mendapatkan jenis izin kerja yang berbeda. Izin ini dapat tanpa syarat gaji minimum sekitar 600 ribu euro per tahun untuk pemain berusia 21 tahun ke atas.

“Yakni, izin tanpa syarat gaji minimum sekitar 600 ribu euro per tahun untuk pemain berusia 21 tahun ke atas, dengan pertimbangan bahwa mereka, misalnya, telah lama tinggal di Belanda,” ungkap AD.