Detak.Media — Impian PSMS Medan untuk kembali berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, BRI Super League, harus tertunda. Klub berjuluk Ayam Kinantan itu dipastikan gagal promosi setelah menelan kekalahan di babak semifinal play-off Liga Championship 2025/2026. Kegagalan ini memicu kekecewaan mendalam di kalangan suporter dan masyarakat Sumatera Utara.
Kekalahan agregat 2-3 dari Semen Padang FC pada pertandingan leg kedua semifinal play-off, yang digelar pada 15 April 2026, secara definitif memupus harapan PSMS. Hasil minor tersebut memaksa PSMS Medan harus kembali berkompetisi di Liga 2 untuk musim mendatang, memicu tuntutan evaluasi menyeluruh dari berbagai pihak.
Permohonan Maaf Presiden Klub
Menyikapi kegagalan tim, Presiden Klub PSMS Medan, Dr. Mahyudin Siregar, menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh suporter setia dan masyarakat Sumatera Utara. Dalam sebuah konferensi pers pasca-pertandingan krusial itu, Mahyudin mengakui bahwa berbagai kendala, baik dari sisi persiapan maupun faktor non-teknis, turut mempengaruhi performa tim.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh suporter PSMS Medan dan masyarakat Sumatera Utara atas kegagalan ini. Kami tahu ekspektasi sangat tinggi, dan kami belum mampu mewujudkannya,” ujar Mahyudin Siregar, seperti dikutip Antara News.
Mahyudin Siregar menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi total terhadap seluruh aspek tim, mulai dari jajaran manajemen, staf pelatih, hingga komposisi pemain. Ia berjanji akan ada perombakan signifikan demi memastikan target promosi dapat tercapai pada musim kompetisi berikutnya.
Fokus Pembenahan Tim
Perjalanan PSMS Medan sepanjang musim 2025/2026 memang diwarnai performa yang inkonsisten. Meskipun berhasil melaju hingga babak play-off, tim kerap menunjukkan fluktuasi penampilan yang mengkhawatirkan. Beberapa kali perubahan strategi dan rotasi komposisi pemain tidak selalu memberikan dampak positif yang signifikan.
Kegagalan di babak krusial ini menambah daftar panjang perjuangan PSMS Medan untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Sejak terdegradasi, klub legendaris ini terus berupaya keras, namun selalu terganjal di fase-fase penting kompetisi Liga 2.
Para suporter, yang dikenal dengan militansinya, menyuarakan kekecewaan mereka di berbagai platform media sosial dan saat pertandingan terakhir. Mereka menuntut manajemen klub untuk segera mengambil langkah konkret dan transparan dalam melakukan evaluasi.
Harapan besar kini tertumpu pada janji perombakan yang disampaikan presiden klub, dengan harapan PSMS Medan dapat bangkit lebih kuat di musim mendatang dan akhirnya mewujudkan mimpi kembali ke Super League.
Ikuti Detak.Media
