Inter Milan Memperkokoh Posisi Puncak Klasemen Liga Italia Usai Kalahkan Como
Inter Milan memenangi pertandingan pekan ke-32 Serie A melawan Como dengan skor akhir 4-3 di Stadio Giuseppe Sinigaglia pada Senin (13/4/2026) dini hari WIB. Tim tamu sempat tertinggal dua gol lebih dulu sebelum akhirnya bangkit melalui aksi gemilang Marcus Thuram dan Denzel Dumfries yang masing-masing mencetak brace.
Kemenangan comeback ini membuat Inter Milan semakin kokoh di puncak klasemen sementara Liga Italia dengan total 75 poin. Skuad asuhan Cristian Chivu kini memimpin persaingan gelar juara dengan keunggulan sembilan poin di atas Napoli yang menempati posisi kedua klasemen sementara.
Hasil ini juga memperpanjang catatan dominasi total Inter Milan atas Como di kasta tertinggi sepak bola Italia. Tercatat, Nerazzurri telah meraih 11 kemenangan berturut-turut atas Como dengan total produktivitas 28 gol berbanding empat gol kebobolan selama periode pertemuan tersebut.
Kebangkitan Dramatis Marcus Thuram dan Denzel Dumfries
Marcus Thuram dan Denzel Dumfries menjadi kunci keberhasilan Inter Milan membalikkan keadaan dalam laga sengit di kandang Como. Keduanya mampu merespons ketertinggalan dua gol timnya dengan performa produktif yang menghasilkan masing-masing dua gol untuk memastikan poin penuh bagi tim tamu.
Berdasarkan catatan statistik, ini merupakan kali pertama Inter Milan memenangi laga tandang Serie A setelah tertinggal dua gol sejak 3 Maret 2013 silam. Pada saat itu, Nerazzurri yang masih ditangani oleh pelatih Andrea Stramaccioni berhasil melakukan aksi serupa ketika berhadapan dengan Catania.
Selain itu, pertandingan ini menjadi momen kedua bagi Nerazzurri untuk memenangi laga setelah tertinggal dua gol di Serie A musim ini. Kejadian serupa sebelumnya terjadi saat Inter Milan berhasil menggilas Pisa dengan skor 6-2 di Stadion Giuseppe Meazza pada 23 Januari 2026.
Rekor Pertemuan dan Dominasi Historis Inter Milan
Kemenangan di Stadio Giuseppe Sinigaglia mempertegas posisi Inter Milan sebagai tim pertama dalam sejarah kompetisi yang mampu mengalahkan Como di kandangnya sendiri dalam lima laga beruntun. Dominasi ini tercermin dari agregat pertemuan kedua tim yang mencapai angka 28-4 untuk keunggulan Si Ular Besar.
Tim tamu juga mencatatkan pencapaian ofensif dengan mencetak minimal empat gol dalam dua laga beruntun di Serie A untuk pertama kalinya sejak capaian serupa pada Februari 2024. Ketajaman lini depan Inter Milan menjadi faktor krusial dalam mempertahankan tren positif mereka di jalur perburuan gelar juara liga.
Merujuk pada data yang dipublikasikan oleh Opta, Como tercatat sebagai satu-satunya klub dalam sejarah Serie A yang pernah dikalahkan Inter Milan lebih dari 10 kali berturut-turut. Hingga pekan ke-32, konsistensi performa ini membuat pasukan Cristian Chivu tetap nyaman berada di posisi teratas klasemen.