Hansi Flick Bicara Kesiapan Barcelona Hadapi Atletico Madrid di La Liga

FC Barcelona akan kembali beraksi di La Liga menghadapi Atletico Madrid pada Sabtu malam, setelah jeda internasional. Pertandingan krusial ini akan menjadi yang pertama dari tiga pertemuan kedua tim dalam sepuluh hari mendatang.

Menjelang laga di Riyadh Air Metropolitano, manajer Barcelona, Hansi Flick, mengadakan konferensi pers pra-pertandingan. Flick menyoroti berbagai isu, termasuk kondisi skuad, pemain yang absen, dan tantangan yang akan dihadapi tim asuhan Diego Simeone.

Barcelona memiliki tekanan untuk meraih kemenangan karena Real Madrid hanya terpaut empat poin dan bermain lebih awal. Momentum positif sangat dibutuhkan Blaugrana sebelum kembali menghadapi Atletico Madrid di perempat final Liga Champions UEFA.

Kondisi Skuad dan Pemain Kunci Barcelona

Hansi Flick memberikan pembaruan mengenai kondisi skuad Barcelona, terutama terkait cedera pemain kunci. Winger Raphinha dipastikan absen lebih dari sebulan setelah mengalami cedera hamstring saat membela timnas Brasil.

“Tidak ada pihak yang bersalah. Itu cedera, dan itu bagian dari sepak bola; kami harus menerimanya. Ini bukan waktu terbaik, yang membuat kami sedih, dan sekarang kami harus melihat bagaimana kami mengatasinya,” ujar Flick mengenai cedera Raphinha.

Flick menambahkan bahwa ia telah berbicara dengan Raphinha dan melihat pemain tersebut merasa tertekan. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk memberikan beberapa hari libur kepada Raphinha agar bisa tinggal di Brasil bersama keluarganya. Ini adalah keputusan yang diambil untuk melakukan sesuatu yang berbeda dalam penanganan cedera.

Selain Raphinha, Frenkie de Jong juga dipastikan tidak akan bermain. Namun, ada kabar baik dengan kembalinya Alejandro Balde, Jules Kounde, dan Eric Garcia ke dalam skuad.

“Kabar baiknya adalah Balde dan Kounde kembali, begitu juga Eric. Dalam kasus Frenkie, kami harus menunggu sedikit lebih lama; mungkin dia bisa mulai berlatih minggu depan. Kami akan melakukannya selangkah demi selangkah,” kata Flick.

Pelatih asal Jerman ini juga menyoroti pentingnya La Masia, akademi Barcelona, yang terus menghasilkan talenta. Pemain seperti Xavi Espart dan Tommy Marques disebutnya mulai menjadi pilihan untuk tim utama musim ini. Filosofi La Masia dianggap krusial untuk pertumbuhan pemain di berbagai kompetisi.

Dengan absennya Raphinha, Marcus Rashford menjadi pilihan logis untuk posisi sayap kiri. Flick menyatakan bahwa ia senang dengan Rashford, yang menunjukkan performa baik meskipun sempat mengalami masalah fisik. Namun, ia juga tidak menutup kemungkinan opsi lain seperti Fermin Lopez atau Gavi yang bermain di level sangat tinggi.

Mengenai Robert Lewandowski, yang gagal membawa Polandia lolos ke Piala Dunia FIFA 2026, Flick menjelaskan bahwa sang striker telah bermain di dua pertandingan tim nasionalnya. Flick memahami kekecewaan Lewandowski, namun kini pemain tersebut sepenuhnya fokus pada kebutuhan tim Barcelona.

Tantangan Melawan Atletico dan Isu Rasial

Hansi Flick mengakui bahwa menghadapi Atletico Madrid selalu menjadi tantangan besar. Ia menyebut Atletico sebagai salah satu tim terbaik di La Liga dan Eropa, yang memiliki kualitas dan pemain yang mampu menentukan pertandingan secara mandiri.

“Kami menghadapi salah satu tim terbaik di La Liga dan di Eropa. Mereka memiliki banyak kualitas dan pemain yang mampu menentukan pertandingan sendiri. Kami tidak bisa mengulangi kesalahan dari pertandingan terakhir. Meski begitu, saya telah melihat tim bermain sangat baik dan sangat fokus,” jelas Flick.

Flick juga menyoroti kondisi lapangan di Riyadh Air Metropolitano yang sering dikeluhkan pemain karena licin. Menurutnya, pemain harus siap untuk potensi terpeleset dan beradaptasi dengan kondisi tersebut, karena kedua tim bermain di lapangan yang sama.

Dalam konferensi pers, Flick juga menyuarakan dukungannya terhadap Lamine Yamal dan pesannya melawan rasisme setelah insiden tidak menyenangkan dalam pertandingan persahabatan Spanyol melawan Mesir.

“Saya pikir pesannya sangat jelas. Kita hidup dan bernapas sepak bola setiap hari, dan kita harus mempromosikan nilai-nilai integrasi dan inklusi. Sangat frustrasi bahwa minoritas tidak memahami ini. Kita perlu merenung dan bekerja untuk memperbaiki situasi ini,” ucap Flick. “Tidak ada tempat untuk rasisme, tidak dalam sepak bola, tidak dalam kehidupan. Jangan pernah. Kita semua harus bersatu dalam hal ini dan saling menghormati, terlepas dari warna kulit, agama, atau asal-usul.”

Menutup pernyataannya, Flick kembali memuji kualitas Atletico Madrid, menyebut mereka memiliki salah satu pelatih terbaik di dunia dan skuad yang sangat bertalenta. Pemain seperti Antoine Griezmann disebutnya mampu membuat perbedaan dengan kemudahan yang luar biasa, ditambah lagi dengan atmosfer fantastis di stadion mereka yang membuat laga semakin menantang.

Selain membahas tim utama pria, Flick juga menyaksikan kemenangan 6-0 Barcelona Femeni atas Real Madrid Femenino di Liga Champions Wanita. Ia mengaku sangat menikmati pertandingan tersebut dan mengapresiasi apa yang dilihatnya, menyebutnya sebagai level yang berbeda dengan dominasi teknis, fisik, dan taktis dari Barcelona Femeni.