LavAni Tumbangkan Jakarta Garuda Jaya 3-0 di Laga Pembuka Final Four Proliga

Jakarta LavAni Livin’ Transmedia berhasil mengamankan tiga poin sempurna dalam laga pembuka Final Four Proliga 2026. Pertandingan yang berlangsung di Jawapos Arena, Surabaya, pada Jumat (3/4/2026) ini menyaksikan dominasi LavAni saat menaklukkan Jakarta Garuda Jaya dengan skor langsung 3-0.

Tim milik Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, tersebut sukses meraih kemenangan set 25-17, 25-20, dan 25-17. Hasil positif ini tidak hanya mengukuhkan posisi LavAni di papan atas klasemen sementara Final Four, tetapi juga menjadi peringatan serius bagi tim-tim pesaing lainnya.

Sejak awal pertandingan, LavAni langsung menurunkan komposisi pemain terbaiknya. Perpaduan antara setter Dio Zulfikri dengan para penyerang seperti Boy Arnes, Dimas Saputra, serta pemain asing Taylor Sander, membuat lini pertahanan Garuda Jaya kesulitan mengimbangi permainan cepat LavAni.

Di sisi lain, Jakarta Garuda Jaya yang mengandalkan Kristo Sina bersama legiun asing Movsar sempat mencoba memberikan tekanan. Namun, variasi serangan LavAni yang ditopang blok solid Hendra Kurniawan dan Malizi berhasil meredam upaya tersebut, sehingga LavAni menutup set pertama dengan skor 25-17.

Dominasi LavAni Sejak Set Pertama

Memasuki set kedua, pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto, mencoba mengubah pendekatan permainan timnya. Fauzan Nibras dan Dawuda tampil lebih rapi dan berupaya menekan kesalahan sendiri, yang membuat pertandingan berjalan lebih ketat hingga skor imbang 11-11.

Namun, pengalaman dan ketenangan LavAni kembali terlihat pada pertengahan set. Boy Arnes dan rekan-rekannya mampu mengontrol jalannya laga, unggul 20-17. Meskipun Garuda Jaya terus berupaya memberikan perlawanan, dominasi LavAni pada poin-poin krusial membuat mereka kembali merebut set kedua dengan skor 25-20.

Pada set ketiga, pelatih LavAni, David Lee, meminta anak asuhnya untuk tetap tampil agresif sejak awal. Strategi tersebut langsung membuahkan hasil, ditandai dengan keunggulan 10-7 yang kemudian melebar menjadi 16-9. David Lee kemudian melakukan rotasi dengan memasukkan Jasen Kilanta menggantikan Dio Zulfikri dalam situasi unggul jauh tersebut.

Evaluasi dan Ambisi Kedua Tim

Pergantian pemain tidak mengurangi performa LavAni. Mereka tetap tampil konsisten hingga mendekati akhir set dengan keunggulan 24-17, sebelum akhirnya menutup pertandingan lewat poin terakhir yang memastikan kemenangan 25-17. Kemenangan ini menjadi bekal penting bagi LavAni dalam upaya mengamankan tiket menuju Grand Final Proliga 2026.

Asisten pelatih LavAni, Erwin Rusni, mengakui bahwa performa timnya belum sepenuhnya optimal. Ia berharap kondisi fisik dan permainan para pemain dapat membaik ke depannya.

“Mudah-mudahan ke depan kondisi anak-anak semakin membaik dan permainan bisa lebih maksimal,” ucap Erwin Rusni seperti dikutip dari bola.net.

Sementara itu, kapten tim LavAni, Dio Zulfikri, menyebut timnya mampu menjalankan instruksi pelatih dengan baik dan tampil lebih lepas. Dia berharap performa tim dapat terus meningkat.

“Hari ini kami bermain lebih lepas. Semoga di pertandingan selanjutnya kami bisa tampil lebih baik lagi untuk melangkah ke final,” tutur Dio Zulfikri.

Di sisi lain, Garuda Jaya perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh, khususnya dalam meningkatkan efektivitas serangan untuk menghadapi laga-laga berikutnya. Pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto, menegaskan komitmen timnya untuk melakukan pembenahan.

“Kami akan melakukan evaluasi secara keseluruhan, termasuk dengan pemain baru kami, Rosser, yang juga baru bergabung,” ujar Nur Widayanto.

Pemain Garuda Jaya, Fauzan Nibras, menilai performa tim sebenarnya tidak terlalu buruk. Dia berharap timnya dapat tampil lebih maksimal di pertandingan mendatang.

“Permainan kami hari ini sebenarnya cukup baik. Semoga ke depan kami bisa tampil lebih maksimal,” kata Fauzan Nibras.