Detak.Media — Coventry City akhirnya mengakhiri penantian panjang selama 25 tahun untuk kembali ke kasta tertinggi Liga Inggris. Kepastian tersebut didapat setelah hasil imbang 1-1 melawan Blackburn Rovers di Ewood Park, Sabtu (18/4/2026) dini hari WIB.
Hasil satu poin itu cukup untuk mengunci posisi dua besar klasemen Liga Championship musim 2025/2026. Dengan keunggulan poin yang tak mungkin lagi terkejar oleh pesaing terdekat, Coventry memastikan tiket promosi otomatis dan kembali bersaing di level tertinggi sepak bola Inggris.
Lampard Bangga dengan Pencapaian Tim
Pelatih Coventry City, Frank Lampard, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas pencapaian luar biasa ini. Ia menilai keberhasilan tersebut bukan hanya hasil kerja keras para pemain, tetapi juga dedikasi seluruh staf dan dukungan luar biasa dari para penggemar.
“Saya bangga. Terkadang semua manajer hanya membicarakan pemain, tetapi saya bangga pada diri saya sendiri, staf, dan tentu saja para pemain,” ujar Lampard dalam wawancara usai laga.
Lampard mengakui perjalanan menuju promosi ini tidaklah mudah. Sejak datang pada November 2024, ia harus membangun ulang kepercayaan diri tim yang sebelumnya belum stabil.
Perjalanan Panjang Menuju Promosi
Pada musim pertamanya, Lampard hanya mampu membawa Coventry finis di lima besar Championship 2024/2025. Meski gagal promosi, performa tim menunjukkan peningkatan signifikan.
Kegagalan di babak playoff menjadi pelajaran penting bagi skuad The Sky Blues. Dari posisi papan tengah, mereka mampu bangkit dan bersaing di papan atas musim berikutnya.
Lampard menyebut pencapaian ini sebagai salah satu yang terbesar dalam karier kepelatihannya.
“Ini termasuk salah satu pencapaian terbesar saya. Para pemain meningkatkan level mereka melalui kerja keras, dan saya sangat bangga menjadi bagian dari tim ini,” tambahnya.
Dukungan Fans Jadi Kunci
Keberhasilan ini juga tak lepas dari dukungan luar biasa para suporter setia Coventry. Lampard bahkan mengaku terharu melihat perjalanan panjang klub yang penuh liku.
“Ini luar biasa. Saya sudah sering membicarakan betapa besar dukungan fans. Mereka tetap setia meski klub mengalami banyak kekecewaan,” ujar mantan pelatih Chelsea tersebut.
Ia menilai momen promosi ini adalah hadiah yang pantas bagi para penggemar yang telah bertahan selama masa-masa sulit klub.
Bangkit dari Kegagalan
Lampard juga mengenang bagaimana timnya bangkit dari kegagalan musim sebelumnya. Coventry sempat tersingkir secara dramatis di babak playoff setelah kalah dari Sunderland.
Namun, kegagalan itu justru menjadi bahan bakar motivasi untuk tampil lebih konsisten di musim berikutnya.
“Musim lalu kami naik dari peringkat ke-17 ke posisi lima besar. Kami sangat tidak beruntung di semifinal playoff, tetapi para pemain menunjukkan ketahanan luar biasa untuk bangkit,” jelas Lampard.
Promosi di Luar Rencana Awal
Menariknya, Lampard mengungkapkan bahwa promosi otomatis sebenarnya bukan target utama tim di awal musim. Ia hanya menargetkan finis di zona playoff sebagai langkah realistis.
“Kami hanya berpikir untuk masuk playoff, mungkin finis di posisi ketiga atau keempat. Tapi para pemain melampaui ekspektasi itu,” ungkapnya.
Dengan performa konsisten sepanjang musim, Coventry bahkan mampu memastikan promosi lebih cepat sebelum kompetisi berakhir.
Akhiri Penantian 25 Tahun
Keberhasilan ini menjadi penutup sempurna dari perjalanan panjang Coventry yang sempat terpuruk hingga ke divisi bawah. Kini, mereka kembali ke panggung utama sepak bola Inggris dengan penuh kebanggaan.
Lampard pun mengaku lega karena tidak harus menghadapi drama di akhir musim seperti yang pernah dialaminya di klub-klub sebelumnya.
“Saya merasa lebih tenang tahun ini. Tidak seperti musim-musim sebelumnya yang penuh tekanan hingga laga terakhir,” tutupnya.
Promosi ini bukan hanya sekadar pencapaian olahraga, tetapi juga simbol kebangkitan sebuah klub yang sempat terpuruk. Coventry City kini siap menatap tantangan baru di Liga Inggris musim depan.
Ikuti Detak.Media
