Real Madrid kini menghadapi situasi sulit dalam perebutan gelar juara La Liga musim ini setelah rentetan hasil negatif yang menjauhkan mereka dari pemuncak klasemen, Barcelona. Kelalaian skuad asuhan Arbeloa di Stadion La Cartuja membuat jarak poin semakin melebar dan memberikan peluang bagi sang rival abadi untuk mengunci gelar juara dalam waktu dekat.

Barcelona yang kini ditangani Hansi Flick berpotensi merayakan gelar juara atau menerima penghormatan Guard of Honour saat menjamu Real Madrid pada pekan ke-35 di Camp Nou. Jarak sembilan poin yang ada saat ini bisa membengkak menjadi sebelas poin jika Barcelona berhasil menundukkan Getafe dalam pertandingan mendatang tanpa mendapatkan perlawanan berarti dari Madrid.

Baca Juga: Guti Sebut Jose Mourinho Sudah Lewati Masa Keemasan untuk Latih Real Madrid Kembali

Kondisi ini memaksa Real Madrid untuk tidak lagi melakukan kesalahan jika ingin menunda pesta juara rival mereka tersebut. Kegagalan memetik poin penuh di Cartuja dinilai lebih dari sekadar kehilangan dua poin, melainkan sebuah pernyataan bahwa perlawanan Madrid untuk gelar domestik telah berakhir lebih awal dari perkiraan semula.

Dilema Guard of Honour untuk Los Blancos

Pilihan yang dihadapi Real Madrid saat ini sangat menyakitkan bagi para penggemarnya, yakni melihat Barcelona merayakan gelar di depan mata atau harus memberikan barisan penghormatan. Sepak bola Spanyol belum pernah mencatatkan sejarah di mana salah satu dari dua raksasa ini memastikan gelar juara secara matematis tepat pada laga El Clasico yang penuh gengsi.

Baca Juga: Klasemen La Liga Terbaru: Ditahan Imbang Betis, Real Madrid Gagal Dekati Barcelona

Kekalahan atau hasil imbang Real Madrid di pekan-pekan krusial telah menghapus harapan untuk mempertahankan persaingan hingga akhir musim. Para pemain dinilai telah kehilangan kepercayaan diri untuk mengejar ketertinggalan setelah performa yang tidak konsisten sepanjang paruh kedua kompetisi, sehingga fokus beralih pada perhitungan poin untuk sekadar menjaga martabat.

Situasi ini menempatkan manajemen dan pemain Madrid dalam posisi yang tidak nyaman di mata publik dan media internasional yang terus memantau pergerakan klasemen. Media Spanyol menyebut kondisi ini sebagai hukuman yang setimpal atas kelalaian Madrid dalam menjaga ritme kemenangan demi terus menekan tim asal Catalan tersebut hingga pekan terakhir.

Baca Juga: Jadwal Jakarta Bhayangkara vs Lavani Malam Ini: Peluang Juara Proliga di Leg Kedua

Skenario Penentuan Gelar Juara Barcelona

Jika tim asuhan Hansi Flick berhasil membawa pasukannya menang atas Osasuna dan Real Madrid kembali terpeleset saat melawan Espanyol, gelar juara bisa dipastikan lebih awal dari jadwal. Dalam kondisi tersebut, Real Madrid secara tradisi diwajibkan melakukan pasillo atau barisan penghormatan saat memasuki lapangan di Camp Nou pada jornada berikutnya sebagai bentuk apresiasi kepada sang juara.

Namun, jika kedua tim terus meraih kemenangan hingga pekan ke-34, Barcelona tetap memiliki peluang untuk melakukan aliron atau pesta juara di kandang sendiri saat menghadapi Madrid. Kemenangan atas Real Madrid secara langsung di El Clasico akan menjadi skenario paling sempurna sekaligus paling menyakitkan bagi tim tamu yang datang dengan status rival utama.

Laporan dari Marca menekankan betapa dalamnya keterpurukan Madrid saat ini yang seolah membiarkan trofi liga lepas dari genggaman mereka sendiri tanpa perlawanan memadai.

“Kelalaian Madrid yang terus berlanjut telah mengakhiri peluang di liga yang sebenarnya sudah tidak dipercayai lagi oleh para pemain sejak lama,” tulis laporan resmi Marca mengenai kondisi internal skuad Madrid.