Detak.Media — Harapan Southampton untuk kembali promosi ke Premier League musim depan resmi kandas. Panel arbitrase independen English Football League (EFL) menolak banding yang diajukan The Saints terkait hukuman pengusiran dari final playoff Championship 2025/2026.
Keputusan tersebut membuat Southampton dipastikan tidak bisa tampil di partai final yang akan digelar di Stadion Wembley akhir pekan ini. Posisi mereka kini resmi digantikan Middlesbrough yang sebelumnya tersingkir di babak semifinal.
Middlesbrough nantinya akan menghadapi Hull City dalam laga penentuan perebutan satu tiket terakhir menuju Premier League musim depan. Putusan tersebut sekaligus menjadi akhir dari polemik panjang yang sempat mengguncang kompetisi kasta kedua sepak bola Inggris itu.
Kasus ini menjadi salah satu kontroversi terbesar di Championship musim ini karena melibatkan dugaan aktivitas pengintaian terhadap sesi latihan lawan yang dilakukan oleh staf Southampton.
Panel Arbitrase Tegaskan Hukuman Tetap Berlaku
EFL mengumumkan hasil sidang arbitrase pada Rabu malam waktu setempat. Dalam keputusan finalnya, panel independen menyatakan bahwa hukuman terhadap Southampton dinilai sudah sesuai dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan klub.
Southampton sebelumnya diketahui mengakui adanya pelanggaran terhadap regulasi kompetisi terkait aktivitas pengamatan ilegal terhadap sesi latihan lawan sebelum pertandingan resmi berlangsung.
Selain dikeluarkan dari final playoff Championship, Southampton juga tetap harus menerima hukuman tambahan berupa pengurangan empat poin untuk musim Championship 2026/2027 mendatang.
Dalam pernyataan resmi EFL disebutkan bahwa seluruh sanksi disiplin tetap diberlakukan tanpa perubahan.
“Panel arbitrase liga malam ini telah menolak banding yang diajukan Southampton Football Club terhadap sanksi yang dijatuhkan komisi disiplin independen,” tulis pernyataan resmi EFL.
Keputusan tersebut otomatis menutup seluruh peluang Southampton untuk mengubah hasil sidang maupun kembali ke final playoff.
Bermula dari Skandal Penyadapan Latihan Lawan
Permasalahan ini bermula setelah seorang staf analisis milik Southampton tertangkap merekam sesi latihan tertutup Middlesbrough menjelang semifinal playoff Championship.
Investigasi kemudian berkembang dan menemukan dugaan aktivitas serupa dalam pertandingan lain sepanjang musim ini. Southampton akhirnya mengakui telah melakukan pengamatan ilegal terhadap sesi latihan Oxford United, Ipswich Town, dan Middlesbrough.
Pengakuan tersebut membuat EFL menjatuhkan hukuman berat karena tindakan itu dianggap melanggar prinsip fair play dan integritas kompetisi.
Kasus ini langsung memunculkan reaksi besar dari berbagai klub Championship. Middlesbrough menjadi salah satu pihak yang paling keras mendesak agar Southampton dikeluarkan dari playoff.
Kini, keputusan panel arbitrase membuat Middlesbrough mendapatkan kesempatan kedua untuk tampil di Wembley menghadapi Hull City.
Reaksi Hull City dan Middlesbrough
Situasi yang berubah mendadak membuat persiapan Hull City sempat terganggu karena ketidakpastian lawan yang akan dihadapi di partai final playoff.
Pemilik Hull City, Acun Ilicali, sebelumnya sempat melontarkan kritik keras terhadap situasi tersebut. Ia menilai polemik itu memberikan dampak besar terhadap fokus dan persiapan timnya.
Sementara itu, Middlesbrough menyambut positif keputusan EFL. Klub tersebut menilai hukuman terhadap Southampton menjadi pesan penting bahwa integritas kompetisi harus dijaga.
Final playoff Championship sendiri dikenal sebagai pertandingan dengan nilai ekonomi terbesar dalam sepak bola. Klub pemenang diperkirakan akan memperoleh pemasukan mencapai 200 juta pounds dari hak siar televisi, sponsor, dan pendapatan komersial saat tampil di Premier League.
Southampton Akui Kekecewaan Mendalam
Di sisi lain, Southampton mengaku sangat kecewa atas keputusan akhir panel arbitrase. Meski begitu, pihak klub memastikan akan menerima hukuman tersebut dan melakukan evaluasi internal secara menyeluruh.
Dalam pernyataan resminya, Southampton meminta maaf kepada para suporter, pemain, hingga mitra klub atas situasi yang terjadi sepanjang beberapa pekan terakhir.
Klub juga menegaskan akan mengambil langkah pembenahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
Kegagalan ini menjadi pukulan besar bagi Southampton. Selain kehilangan kesempatan promosi ke Premier League, mereka juga harus memulai musim depan dengan pengurangan poin yang tentu akan mempersulit perjuangan kembali ke papan atas sepak bola Inggris.
Ikuti Detak.Media
