Arsenal Jadi Satu-satunya Tim yang Belum Terkalahkan di Liga Champions Musim Ini, Jadi Tim Paling Konsisten
Arsenal telah mengukuhkan statusnya sebagai tim paling konsisten dan tangguh di Liga Champions musim ini, menjadi satu-satunya klub yang belum tersentuh kekalahan hingga saat ini. Prestasi gemilang ini menjadi bukti nyata dari kedalaman skuad, strategi matang, dan mentalitas juara yang ditanamkan oleh pelatih Mikel Arteta.
Konsistensi Arsenal terlihat jelas dari rekor pertandingan mereka di fase grup Liga Champions 2025/2026. Tim berjuluk The Gunners ini berhasil menyapu bersih delapan pertandingan dengan kemenangan, sebuah pencapaian fenomenal yang belum pernah ditorehkan oleh tim lain di kompetisi elit Eropa tersebut musim ini. Mereka memuncaki klasemen grup dengan raihan poin sempurna, menunjukkan dominasi yang luar biasa atas lawan-lawannya. Catatan ini sekaligus mematahkan rekor kemenangan beruntun klub di kompetisi Eropa.
Dominasi di Fase Grup
Perjalanan Arsenal di fase grup Liga Champions musim 2025/2026 diwarnai dengan performa impresif. Mereka tercatat memenangkan delapan pertandingan dari delapan laga yang dimainkan, sebuah rekor sempurna yang menempatkan mereka di puncak klasemen. Keberhasilan ini tidak hanya menunjukkan kekuatan tim secara individu, tetapi juga kolektivitas dalam bermain. Arsenal menjadi satu-satunya tim yang mampu menyelesaikan fase grup dengan rekor 100% kemenangan, sebuah pencapaian yang sangat sulit diraih dalam format kompetisi yang semakin kompetitif.
Ketangguhan Arsenal tidak hanya terlihat dari jumlah kemenangan, tetapi juga dari statistik gol. Mereka menjadi tim dengan jumlah gol terbanyak di fase grup, mencetak 23 gol dari delapan pertandingan. Produktivitas gol yang merata, tersebar di antara 10 pemain berbeda, menunjukkan kedalaman skuad yang dimiliki Arteta. Gabriel Martinelli menjadi top skor sementara Arsenal di Eropa musim ini dengan enam gol. Selain itu, pertahanan Arsenal juga patut diacungi jempol. Mereka tercatat sebagai tim dengan pertahanan terketat, hanya kebobolan empat gol sepanjang fase grup. Meskipun Tottenham Hotspur mencatatkan jumlah clean sheet lebih banyak (enam), Arsenal tetap menunjukkan soliditas defensif yang luar biasa.
Rekor dan Performa Individu
Musim 2025/2026 menjadi saksi bisu berbagai rekor yang dipecahkan oleh Arsenal. Kemenangan 3-1 atas Bayern Munich pada 26 November 2025 menjadi salah satu momen krusial yang mengukuhkan status mereka sebagai satu-satunya tim tak terkalahkan di Liga Champions. Kemenangan ini tidak hanya menjaga rekor sempurna mereka, tetapi juga menegaskan status Arsenal sebagai tim paling dalam performa di kompetisi tersebut. Kombinasi ketahanan, kedalaman skuad, dan kualitas serangan menjadi kunci dominasi mereka di fase grup.
Di luar Liga Champions, performa Arsenal juga patut diperhitungkan. Mereka berhasil menyamai rekor kemenangan tandang terlama di Piala Champions/Liga Champions yaitu empat pertandingan beruntun, setelah mengalahkan Sporting Lisbon, Girona, PSV Eindhoven, dan Real Madrid. Di kompetisi domestik, Arsenal juga menunjukkan konsistensi, memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di Premier League menjadi 15 pertandingan, sebuah catatan terpanjang sejak musim 2010-2011. Selain itu, rekor tak terkalahkan tandang mereka di liga juga diperpanjang hingga 14 pertandingan, terpanjang sejak April 2003 hingga September 2004.
Ambisi di Babak Gugur
Dengan status sebagai juara grup dan rekor tak terkalahkan, Arsenal kini menatap babak gugur Liga Champions dengan optimisme tinggi. Pencapaian di fase grup menjadi modal berharga untuk menghadapi lawan-lawan tangguh di fase selanjutnya. Mikel Arteta telah berhasil membangun tim yang tidak hanya solid di kandang, tetapi juga mampu meraih hasil maksimal di laga tandang. Performa impresif ini menjadikan Arsenal sebagai salah satu kandidat kuat juara Liga Champions musim ini, dengan ambisi untuk melangkah lebih jauh dari pencapaian semi-final musim sebelumnya.
Keseriusan Arsenal dalam kompetisi Eropa juga terlihat dari kedalaman skuad yang mereka miliki. Pelatih Mikel Arteta terbukti mampu merotasi pemain tanpa mengorbankan performa tim. Hal ini terlihat ketika mereka berhasil mengalahkan Kairat Almaty 3-2 pada 29 Januari 2026, meskipun Arteta melakukan 11 perubahan pada susunan pemain. Kemenangan ini kembali menegaskan bahwa Arsenal memiliki banyak opsi pemain berkualitas yang siap tampil kapan saja.