Alvaro Arbeloa Kritik Keputusan Wasit Soal Tekel Jonathan Tah ke Kylian Mbappe, Nilai Harusnya Kartu Merah

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menyuarakan kekecewaannya terhadap keputusan wasit dalam pertandingan Liga Champions melawan Bayern Munchen, khususnya terkait insiden tekel Jonathan Tah terhadap Kylian Mbappe. Arbeloa menilai bahwa tekel tersebut seharusnya berbuah kartu merah bagi bek Bayern Munchen tersebut.

Dalam pernyataannya usai pertandingan yang berakhir dengan kekalahan 2-1 untuk Real Madrid, Arbeloa secara eksplisit menyatakan ketidakpahamannya mengenai keputusan wasit yang tidak memberikan hukuman lebih berat kepada Tah. Menurutnya, tekel yang dilakukan Tah kepada Mbappe, yang terlihat menginjak pergelangan kaki penyerang asal Prancis itu, jelas merupakan pelanggaran serius yang layak diganjar kartu merah.

“Saya tidak mengerti mengapa pemain Bayern (Tah) tidak dikeluarkan karena tekel yang dilakukannya terhadap Mbappé. Ini adalah keputusan yang sulit dipahami,” ujar Arbeloa, seperti dilansir dari Marca dan berbagai sumber media lainnya.

Kritik Keputusan Wasit dan Dampaknya

Insiden tekel Jonathan Tah terhadap Kylian Mbappe terjadi dalam laga perempat final Liga Champions di Santiago Bernabeu pada Rabu (8/4/2026) malam waktu setempat. Meskipun tekel tersebut terlihat keras dan berpotensi membahayakan, wasit hanya memberikan kartu kuning kepada Tah. Keputusan ini menjadi sorotan tajam Arbeloa yang merasa bahwa wasit telah melakukan kesalahan fatal dalam menilai tingkat keparahan pelanggaran tersebut.

Arbeloa menambahkan bahwa selain keputusan terkait Tah, ia juga menyoroti kartu kuning yang diterima oleh gelandang Real Madrid, Aurélien Tchouaméni. Kartu kuning tersebut membuat Tchouaméni harus absen pada pertandingan leg kedua melawan Bayern Munchen yang akan digelar di kandang lawan. “Ini adalah kehilangan besar karena kartu yang diberikan wasit kepadanya, tetapi kami memiliki keyakinan pada para pemain pengganti kami,” tutur Arbeloa.

Konteks Pertandingan dan Harapan Leg Kedua

Pertandingan antara Real Madrid dan Bayern Munchen sendiri berlangsung sengit. Bayern Munchen berhasil unggul terlebih dahulu melalui gol dari Luis Díaz dan Harry Kane. Kylian Mbappe sempat memperkecil kedudukan bagi Real Madrid, namun skor akhir 2-1 untuk kemenangan Bayern Munchen membuat mereka memiliki keunggulan agregat menjelang leg kedua.

Meskipun kalah di kandang sendiri, Arbeloa menunjukkan optimisme tinggi menjelang pertandingan leg kedua di kandang Bayern Munchen. Ia menegaskan keyakinannya bahwa Real Madrid mampu membalikkan keadaan. “Jika ada satu tim yang mampu menang di Munchen, itu adalah Real Madrid. Kami adalah Real Madrid, dan kami tahu betapa sulitnya menang di sana, tetapi kami akan memberikan segalanya,” tegas Arbeloa. Ia juga menambahkan bahwa ia memiliki keyakinan penuh pada para pemainnya dan mengapresiasi semangat serta tekad mereka untuk tidak menyerah.

Peran Kylian Mbappe dan Strategi Tim

Arbeloa juga menyinggung peran Kylian Mbappe dalam tim, menegaskan bahwa pemain asal Prancis itu bergabung dengan Real Madrid untuk menghadapi pertandingan-pertandingan krusial seperti melawan Bayern Munchen. Ia memuji Mbappe sebagai pemain yang sangat berkomitmen dan mampu mengubah jalannya pertandingan.

Meskipun Kylian Mbappe dan Jude Bellingham baru saja pulih dari cedera dan Arbeloa menerapkan strategi integrasi bertahap, pelatih asal Spanyol itu menyatakan bahwa memiliki pemain-pemain bintang seperti Mbappe, Vinicius Junior, dan Bellingham adalah sebuah keberuntungan. Ia menekankan bahwa ia harus membuat keputusan yang terkadang terasa “tidak adil” demi keseimbangan tim, namun ia yakin bahwa setiap pemain merasa memiliki kepercayaannya. Arbeloa bertekad untuk terus bekerja keras dan menganalisis performa tim demi meraih hasil terbaik di pertandingan-pertandingan mendatang.