MotoGP 2026: Carlo Pernat Prediksi Bezzecchi Hentikan Dominasi Ducati
Agen senior MotoGP, Carlo Pernat, melontarkan pandangan tajamnya usai seri pembuka MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand. Ia secara spesifik menyebut nama Marco Bezzecchi sebagai satu-satunya pebalap yang memiliki potensi menghentikan laju dominasi Ducati pada musim ini.
Pernyataan Pernat ini muncul setelah hasil balapan yang mengejutkan, di mana pabrikan asal Borgo Panigale untuk pertama kalinya dalam hampir lima tahun gagal menempatkan satu pun pebalapnya di podium Grand Prix. Rekor 88 seri beruntun dengan minimal satu pebalap Ducati di podium pun resmi terhenti.
Bezzecchi Pimpin Kemenangan Impresif Aprilia
Marco Bezzecchi, yang kini membela tim Aprilia Racing, menampilkan performa luar biasa di Thailand. Meskipun sempat terjatuh saat memimpin Sprint Race pada Sabtu, ia berhasil bangkit di balapan utama hari Minggu. Bezzecchi meraih kemenangan dominan tanpa menghadapi perlawanan berarti dari para pesaingnya.
Aprilia sendiri mencatat hasil yang sangat memuaskan dengan menempatkan empat pebalapnya di posisi lima besar. Selain Bezzecchi yang keluar sebagai juara, Raul Fernandez finis di urutan ketiga, Jorge Martin keempat, dan rookie Ai Ogura melengkapi posisi kelima. Keberhasilan ini menunjukkan peningkatan signifikan dari tim Aprilia.
Carlo Pernat memberikan pujian tinggi atas penampilan Bezzecchi. Ia menilai performa pebalapnya itu berada di level yang berbeda dari yang lain. “Bezzecchi tampil stratosferis dan, seperti yang sudah saya katakan, dia satu-satunya antagonis sejati Ducati,” ujar Pernat kepada GPOne, menggarisbawahi potensi besar sang pebalap.
Hasil Thailand Jadi “Tamparan Nyata” Bagi Ducati
Berbeda dengan Aprilia, hasil di Thailand menjadi pukulan telak bagi Ducati. Terhentinya rekor podium yang panjang menjadi bukti bahwa dominasi mereka mulai menghadapi tantangan serius. Kekalahan ini terasa lebih pahit mengingat performa beberapa musim terakhir yang identik dengan kemenangan dan konsistensi podium.
Pada seri pembuka 2026 ini, hasil terbaik Ducati diraih oleh Fabio Di Giannantonio dari tim VR46 yang hanya mampu finis di posisi keenam. Sementara itu, juara dunia dua kali, Francesco Bagnaia, harus puas finis kesembilan, dan Marc Marquez gagal menyelesaikan lomba akibat insiden. Pernat secara gamblang menyebut hasil ini sebagai “tamparan nyata” bagi Ducati.
Bagnaia Akui Keunggulan Rival
Menanggapi hasil yang kurang memuaskan, Francesco Bagnaia mengakui bahwa Ducati tidak lagi menjadi motor tercepat di grid. Ia menegaskan adanya peningkatan signifikan dari para rival, terutama Aprilia, yang kini mampu memberikan persaingan ketat.
“Kami bukan yang tercepat lagi,” ujar Bagnaia, menyadari bahwa peta persaingan di MotoGP 2026 telah berubah. Regulasi teknis yang semakin ketat dan persaingan yang kian merata membuat keunggulan dominan Ducati mulai tergerus.
Bezzecchi Kandidat Kuat Peraih Gelar 2026
Meskipun musim masih sangat panjang, kemenangan dominan Marco Bezzecchi di seri pembuka memberikan sinyal kuat bahwa ia adalah kandidat serius untuk memperebutkan gelar juara dunia MotoGP 2026. Konsistensinya, kecepatan balapan yang mumpuni, serta kemampuannya bangkit dari kesalahan di Sprint Race menjadi modal penting dalam menghadapi kalender balap yang padat.
Bagi Carlo Pernat, peta persaingan di MotoGP 2026 kini tampak berbeda. Jika Ducati ingin kembali mengukuhkan dominasinya musim ini, mereka harus segera menemukan solusi dan jawaban atas performa impresif Marco Bezzecchi. Sang agen meyakini Bezzecchi adalah satu-satunya pebalap yang memiliki kapasitas untuk menghentikan dominasi pabrikan Borgo Panigale tersebut.