Mick Doohan: Marquez dan Motor Baru di Balik Anjloknya Performa Francesco Bagnaia di MotoGP

Legenda MotoGP Mick Doohan menyoroti penurunan drastis performa juara dunia dua kali Francesco Bagnaia dalam dua musim terakhir. Doohan menilai ada dua faktor utama yang berpotensi menjadi penyebab turunnya performa pebalap Ducati tersebut, yakni adaptasi motor terbaru dan kehadiran rekan setimnya, Marc Márquez.

Bagnaia, yang sebelumnya tampil dominan saat meraih gelar MotoGP 2022 dan 2023, kini kesulitan menemukan kembali konsistensi terbaiknya. Dalam tiga seri awal musim 2026, ia baru mengumpulkan 25 poin dan tercecer di posisi sembilan klasemen sementara, tanpa satu pun hasil finis lebih baik dari posisi kesembilan.

Dua Musim Sulit Beruntun, Performa Francesco Bagnaia di MotoGP Dipertanyakan

Start Buruk Bagnaia di Musim 2026

Performa Bagnaia pada awal musim 2026 jauh dari ekspektasi. Ia hanya mampu finis P9 di Thailand setelah start dari posisi 13, lalu mengalami kecelakaan di Brasil usai kualifikasi di posisi 11, dan finis P10 di Amerika Serikat meski memulai balapan dari grid keempat.

Pada balapan di Circuit of The Americas (COTA), Bagnaia bahkan mengaku hanya berusaha menyelesaikan lomba setelah mengalami degradasi ban belakang yang parah sejak awal balapan. Masalah tersebut membuatnya kesulitan menjaga ritme dan kehilangan daya saing di grup depan.

Mick Doohan mengaku tidak memahami secara pasti apa yang terjadi pada performa Bagnaia. Ia menegaskan bahwa pebalap Italia tersebut tetap memiliki kualitas luar biasa, namun kehilangan dominasi yang pernah ia tunjukkan saat meraih dua gelar dunia.

“Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan Bagnaia, tapi dia punya bakat luar biasa, tidak diragukan lagi,” ujar Doohan kepada MARCA.

Doohan menyebut ada dua kemungkinan utama di balik penurunan tersebut, yakni faktor adaptasi terhadap motor Ducati terbaru atau dampak psikologis dan teknis dari kedatangan Marc Márquez ke dalam tim.

Efek Marc Marquez dan Motor Baru Ducati

Menurut Doohan, kehadiran Marc Márquez di Ducati sejak 2025 bisa menjadi salah satu faktor yang memengaruhi dinamika internal tim.

Márquez tampil sangat kompetitif sejak bergabung dengan Ducati Lenovo Team dan langsung menjadi salah satu kandidat juara. Dominasi tersebut membuat tekanan di dalam tim meningkat, termasuk bagi Bagnaia yang sebelumnya menjadi acuan utama Ducati.

Doohan menilai kondisi ini bisa saja memengaruhi performa Bagnaia, meskipun ia menegaskan tidak bisa memastikan secara langsung.

Selain faktor rekan setim, Doohan juga menyoroti kemungkinan lain, yaitu kesulitan Bagnaia dalam beradaptasi dengan motor Ducati terbaru, mulai dari GP25 hingga GP26.

Perubahan karakter motor disebut berdampak pada gaya balap Bagnaia, terutama pada sektor pengereman dan kecepatan menikung—dua area yang sebelumnya menjadi kekuatannya saat mendominasi MotoGP.

Masalah tersebut juga terlihat konsisten sepanjang musim 2025 hingga awal 2026, di mana Bagnaia kerap kesulitan menjaga performa dalam kondisi balapan panjang.

Bagnaia Masih Mencari Jawaban

Hingga saat ini, Francesco Bagnaia mengaku masih belum menemukan penyebab pasti penurunan performanya di MotoGP 2026. Ia menyoroti masalah pengereman dan hilangnya kecepatan saat masuk tikungan sebagai kendala utama yang belum terselesaikan.

Kondisi tersebut membuat Bagnaia masih kesulitan bersaing di barisan depan pada awal musim 2026, berbeda jauh dengan performa dominannya dalam beberapa tahun sebelumnya.

Mick Doohan Heran Lihat Ducati Melemah Saat Aprilia Menggila di MotoGP 2026

Meski demikian, dukungan dari figur seperti Mick Doohan menegaskan bahwa Bagnaia masih dianggap sebagai salah satu talenta terbaik di MotoGP, meski tengah berada dalam periode sulit.