Marc Marquez Akui Kesalahan Usai Tabrak Di Giannantonio di Sprint Race MotoGP Amerika 2026
Marc Marquez mengakui kesalahan krusial yang berujung tabrakan dengan Fabio Di Giannantonio pada Sprint Race MotoGP Amerika 2026 di Circuit of the Americas, Sabtu waktu setempat.
Insiden di Tikungan 12 tersebut membuat kedua pembalap terjatuh dan gagal finis. Marquez kemudian dijatuhi hukuman long lap penalty yang harus dijalani pada balapan utama hari Minggu.
Start dari posisi keenam, Marquez langsung terlibat pertarungan posisi dengan Di Giannantonio yang memulai balapan dari pole position. Di Tikungan 1, Di Giannantonio melebar sehingga disalip beberapa pembalap, termasuk Marquez.
Namun pembalap VR46 Racing Team itu membalas dengan manuver overtake agresif di Tikungan 7 untuk merebut kembali posisi. Duel keduanya berlanjut ketat hingga sektor belakang lintasan.
Memasuki zona pengereman Tikungan 12 di ujung back straight, Marquez mencoba mengambil sisi dalam. Namun ia kehilangan kendali saat melintasi kerb bagian dalam, motornya tergelincir dan menyenggol Di Giannantonio hingga keduanya terjatuh.
Salah Hitung Efek Slipstream
Marquez menjelaskan bahwa insiden bermula dari salah perhitungan efek slipstream tiga motor di depannya saat memasuki area pengereman.
“Saya membuat kesalahan besar. Di Tikungan 12 saya salah menghitung slipstream dari tiga motor di depan,” ujar Marquez kepada MotoGP.com.
Ia menyebut roda belakang sempat sliding saat pengereman keras, lalu roda depan mulai terkunci. Dalam situasi tersebut, ia berusaha mencari jalur aman untuk menghindari tabrakan.
“Saya mencoba keluar dari situasi itu, tapi ke luar lintasan tidak mungkin. Saat mencoba membelokkan motor, ada sedikit perubahan kemiringan aspal di apex, dan saya kehilangan bagian depan.”
Terima Hukuman Tanpa Protes
Marquez menegaskan bahwa dirinya menerima hukuman yang dijatuhkan steward tanpa keberatan.
“Saya memang pantas mendapat penalti. Saya merusak sprint race pembalap lain. Aturannya seperti itu,” katanya.
Ia juga membantah bahwa manuver tersebut merupakan upaya balas dendam setelah disalip Di Giannantonio beberapa tikungan sebelumnya.
“Saya tidak sedang menyerang. Saya tahu Diggia punya pace bagus. Saya hanya tidak bisa menghentikan motor dengan baik.”
Marc Marquez: Diggia Marah, dan Itu Wajar
Marquez mengaku sudah berbicara langsung dengan Di Giannantonio setelah balapan.
“Ya, dia marah. Itu wajar. Saya hanya bisa meminta maaf.”
Sementara itu, Di Giannantonio tidak menunjukkan kemarahan di depan media. Ia justru menyoroti keberhasilannya menyalip Marquez di Tikungan 7 sebelum insiden terjadi.
“Tidak mudah menyalip di sana, apalagi pembalap sekuat Marc. Saya bangga dengan overtake itu,” ujarnya.
Ketika ditanya apakah long lap penalty sudah adil, Di Giannantonio menyerahkan sepenuhnya kepada steward.
“Saya pembalap. Steward yang membuat keputusan. Saya menghormati itu.”
Rangkaian Insiden di Akhir Pekan COTA
Sebelumnya pada sesi kualifikasi, Marco Bezzecchi dan Luca Marini dijatuhi penalti turun dua posisi grid karena dianggap menghalangi laju Marquez.
Rangkaian kejadian tersebut membuat akhir pekan Marquez di COTA berlangsung penuh dinamika, dari kesalahan di FP1, penalti di kualifikasi, hingga tabrakan di Sprint yang berujung hukuman di balapan utama.