Getaran Ban Belakang Gagalkan Kemenangan Bagnaia di Sprint Race MotoGP Amerika 2026

Francesco Bagnaia mengungkap penyebab kegagalannya mempertahankan kemenangan pada Sprint Race MotoGP Amerika 2026 di Circuit of the Americas. Getaran hebat pada ban belakang membuat performanya menurun drastis di dua lap terakhir, hingga akhirnya disalip Jorge Martin di Tikungan 12 pada lap pamungkas.

Memulai lomba dari posisi keempat, Bagnaia melakukan start impresif. Ia langsung memimpin balapan selepas Tikungan 1 saat Pedro Acosta dan polesitter Fabio Di Giannantonio melebar.

Jorge Martin Juara Sprint Race MotoGP Amerika 2026, Marc Marquez Crash di Lap Pembuka

Sejak itu, Bagnaia mampu membuka jarak lebih dari satu detik dan mengontrol jalannya balapan di paruh pertama sprint.

Masalah Muncul Setelah Lima Lap

Menggunakan ban belakang soft seperti mayoritas pembalap lain, Bagnaia mulai merasakan penurunan grip setelah lima lap pertama.

“Setelah lima lap saya mulai sangat kesulitan dengan ban belakang,” ujarnya kepada MotoGP.com.

Dalam lima lap terakhir, kondisi semakin memburuk. Ia menyebut motornya mengalami getaran hebat terutama saat memasuki tikungan, khususnya tikungan kiri yang menuntut stabilitas tinggi.

“Di dua lap terakhir, motor benar-benar bergetar saat masuk tikungan. Saya hanya berusaha tidak kehilangan terlalu banyak waktu.”

Perhitungan Satu Detik yang Meleset

Bagnaia menyadari ancaman dari Martin yang menggunakan ban medium dan terus mendekat di fase akhir.

“Saya tahu Jorge memakai medium. Saya berpikir jika masuk lap terakhir dengan jarak lebih dari satu detik, mungkin saya bisa menang.”

Namun kenyataannya, Martin sudah berada dalam jarak kurang dari satu detik saat memulai lap terakhir.

“Jika dia dalam jarak satu detik di awal lap terakhir, akan sangat sulit. Dan memang itu yang terjadi.”

Ia juga mengakui kemungkinan terlalu memaksa ritme di awal lomba, yang berdampak pada degradasi ban di akhir.

Tetap Apresiasi Hasil Runner Up

Meski kehilangan kemenangan di tikungan terakhir, Bagnaia tetap menilai hasil finis kedua sebagai capaian positif.

“Saya senang. Saya dan tim pantas mendapat hasil ini. Kami bekerja keras sejak tes pertama musim ini.”

Ia menegaskan bahwa potensi motor masih sangat kompetitif, hanya perlu peningkatan dalam manajemen balapan.

Bagnaia juga menyoroti ketatnya persaingan musim ini, terutama dengan peningkatan signifikan dari pabrikan lain. Situasi klasemen menurutnya kini jauh lebih terbuka.

Ia menyinggung insiden yang dialami Marco Bezzecchi yang terjatuh dari posisi kedua di sprint yang sama sebagai gambaran betapa sulitnya menjaga konsistensi.

“Semua pabrikan sudah meningkat banyak dan kami masih sedikit kesulitan. Kejuaraan sekarang jauh lebih terbuka.”

Klasemen MotoGP 2026: Jorge Martin Ambil Alih Puncak Setelah Sprint Race MotoGP Amerika

Menurutnya, kunci untuk kembali bersaing dalam perebutan gelar adalah konsistensi hasil di setiap seri.

Sprint COTA menjadi pelajaran penting bagi Bagnaia tentang pentingnya pengelolaan ban dan ritme balap di lintasan yang menuntut seperti Austin.