Francesco Bagnaia Merasa 2026 Lebih Baik dari Musim Buruk 2025, Ini Alasannya

Pembalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, menilai awal musim MotoGP 2026 terasa “lebih baik” dibanding musim 2025 yang ia sebut sangat sulit. Penilaian itu bukan didasarkan pada hasil, melainkan pada kemampuannya memahami dan mengembangkan Desmosedici GP26 sepanjang akhir pekan balap.

Faktanya, dua seri pembuka 2026 di Thailand dan Brasil belum berpihak pada juara dunia dua kali tersebut. Ia baru mengumpulkan 10 poin dan tiba di Austin untuk MotoGP Amerika 2026 di posisi ke-13 klasemen sementara.

Jadwal MotoGP Amerika 2026 Hari Ini: Veda Ega Pratama Siap Jalani Latihan Bebas Moto3 Nanti Malam

Belajar dari Musim Sulit Bersama GP25

Pada 2025, Bagnaia mengalami penurunan performa signifikan dengan Desmosedici GP25. Ia kesulitan beradaptasi, terutama pada karakter motor saat pengereman, yang membuatnya tidak konsisten dari sesi ke sesi. Setelah musim berakhir, Bagnaia menyadari ia seharusnya bisa melakukan penyesuaian lebih baik terhadap motor tersebut.

Dampaknya besar: dari langganan perebut gelar, ia finis di posisi kelima klasemen akhir.

Memasuki 2026, Bagnaia merasa fondasi kerjanya jauh lebih positif. Ia mengaku kini bisa merasakan perbedaan set-up, meningkatkan catatan waktu sepanjang sesi, serta memahami respons motor dengan lebih jelas.

“Situasinya berbeda. Tahun lalu sangat sulit konsisten dan berkembang sepanjang sesi. Sekarang saya bisa berkembang di tiap sesi,” ujarnya.

“Saya bisa merasakan perbedaan berbagai set-up. Masalahnya hanya muncul di balapan, di mana saya sangat kesulitan. Jadi situasinya lebih baik, tapi kami harus mencari tahu apa yang harus dilakukan.”

Artinya, problem utama Bagnaia kini bukan lagi adaptasi teknis saat latihan, melainkan mengapa peningkatan tersebut tidak terkonversi menjadi performa saat lomba.

Akhir Pekan Berat di Brasil

Gambaran itu terlihat jelas di Brasil. Rangkaian sesi Bagnaia di Goiânia menunjukkan performa yang fluktuatif:

  • FP1: P9
  • Practice: P9
  • FP2: P4
  • Q2: P11 (terjatuh)
  • Sprint: P8
  • Grand Prix: terjatuh

Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, menyebut tim belum sepenuhnya memberikan “kepercayaan diri yang dibutuhkan” Bagnaia pada GP26.

Tertinggal dari Rekan Setim

Menjelang seri Austin di Circuit of the Americas, Bagnaia tertinggal cukup jauh dari rekan setimnya, Marc Marquez, yang sudah mengoleksi 34 poin dan berada di posisi kelima klasemen.

Kondisi ini menambah tekanan bagi Bagnaia untuk segera menemukan solusi saat balapan, bukan hanya di sesi latihan.

Meski hasil belum sesuai harapan, Bagnaia melihat arah pengembangan yang jelas pada GP26. Ia yakin potensi motor bisa dimaksimalkan jika masalah performa saat race berhasil diurai.

Peran Vital Valentino Rossi Jaga Mentalitas Bagnaia di Tengah Musim Sulit Ducati

Seri Amerika Serikat akhir pekan ini menjadi momen penting untuk membuktikan bahwa “situasi yang lebih baik” versi Bagnaia dapat tercermin di hasil akhir.