Fabio Di Giannantonio Sempat Tak Bisa Gerakkan Lengan, Tapi Bungkam Marc Marquez di MotoGP Brasil
Pembalap VR46 Racing Team, Fabio di Giannantonio, mengungkapkan bahwa dirinya sempat kesulitan menggunakan lengan secara normal setelah mengalami kecelakaan pada sesi pemanasan MotoGP Brasil di Goiânia. Meski menahan nyeri bahu, ia tetap mampu finis podium—bahkan mengungguli Marc Marquez dalam perebutan posisi ketiga.
Hasil itu menutup akhir pekan gemilang Di Giannantonio di Brasil, setelah sebelumnya meraih pole position dan menunjukkan ritme balap kompetitif sepanjang lomba.
Sempat Diremehkan, Dampaknya Terasa Sehari Setelah Balapan
Di Giannantonio mengakui sempat meremehkan kondisi bahunya pada hari balapan. Namun, dampak cedera justru terasa paling berat sehari setelah grand prix.
“Saya sedikit meremehkan kondisi bahu pada hari Minggu saat balapan. Hari yang paling sulit justru hari Senin, sangat sulit menggunakan lengan dengan cara normal,” ujarnya di Austin, Kamis waktu setempat. Bahu kirinya terlihat dibalut perban penyangga.
Meski demikian, pembalap Italia itu menegaskan tidak ingin menjadikan cedera sebagai alasan performanya.
“Saya tidak ingin menjadikannya alasan. Kami akan melakukan segalanya agar siap 100 persen pada Jumat, Sabtu, dan Minggu. Secara mental, kami tetap fokus penuh.”
Kalahkan Marquez, Amankan Podium di Belakang Duo Aprilia
Dalam balapan di Brasil, Di Giannantonio finis di belakang duo Aprilia, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin. Ia memenangi duel ketat melawan Marquez untuk mengunci posisi terakhir podium.
Keberhasilan tersebut menegaskan ketangguhannya mengelola rasa sakit sekaligus menjaga konsistensi performa di lintasan.
Percaya Diri Menuju COTA, Sirkuit Favorit Diggia
Seri berikutnya berlangsung di Circuit of the Americas (COTA), trek yang punya rekam jejak positif bagi Di Giannantonio. Ia pernah meraih podium di semua kelas grand prix di sirkuit tersebut, termasuk finis ketiga bersama VR46 musim lalu.
“Sirkuit ini luar biasa. Orang-orangnya, suasananya, bendera besar di sekeliling lintasan, semuanya terasa spesial. Saya suka vibe di sini,” katanya.
Ia juga menyoroti sektor pertama COTA yang disebutnya sangat khas dan berbeda dari trek lain di kalender MotoGP. Pada balapan hari Minggu, Di Giannantonio dijadwalkan memakai livery spesial.
Posisi Klasemen dan Modal Kepercayaan Diri
Menjelang akhir pekan di Austin pada MotoGP Amerika 2026, Fabio Di Giannantonio menempati posisi keempat klasemen sementara dan menjadi pembalap Ducati terdepan. Ia tertinggal 19 poin dari pemuncak klasemen, Marco Bezzecchi.
Dengan kondisi bahu yang terus dipantau dan kepercayaan diri tinggi berbekal hasil di Brasil serta rekam jejak kuat di COTA, Di Giannantonio berpeluang kembali menjadi penantang utama di barisan depan.