Detak Media — Mobil listrik kerap disebut lebih hemat biaya perawatan dibanding mobil bermesin bensin. Tidak ada oli mesin, busi, filter oli, atau komponen pembakaran lain yang harus rutin diganti. Namun, bukan berarti kendaraan listrik bebas servis.
Sejumlah komponen tetap wajib diperiksa berkala agar performa terjaga dan usia baterai—komponen termahal pada mobil listrik—tidak cepat menurun.
Service Advisor Hyundai Solo Baru, Arif Nugroho, mengatakan minimnya komponen servis rutin menjadi daya tarik utama mobil listrik di mata konsumen.
“Mobil listrik tidak butuh penggantian oli secara rutin. Paling hanya ada cairan pendingin baterai atau coolant, sehingga dari segi perawatan justru lebih sedikit,” ujarnya sebagaimana kami kutip dari Kompas.com.
Berikut lima komponen penting yang tetap harus mendapat perhatian pemilik mobil listrik.
Coolant Baterai dan Motor Listrik
Coolant berfungsi menjaga suhu baterai dan motor listrik tetap stabil, terutama saat fast charging atau penggunaan intensif. Suhu yang terkontrol mencegah percepatan degradasi sel baterai.
Penggantian coolant umumnya direkomendasikan setiap empat tahun, mengikuti panduan pabrikan dan kondisi pemakaian. Jika terlambat diganti, pendinginan tidak optimal dan dapat memengaruhi umur baterai.
Kampas Rem Meski Ada Regenerative Braking
Fitur regenerative braking memang mengurangi beban rem mekanis. Meski begitu, kampas rem tetap aus, hanya saja lebih lambat dibanding mobil bensin.
Pada Hyundai Ioniq 5, penggantian kampas rem umumnya dibutuhkan setelah jarak tempuh mendekati 100.000 km, tergantung gaya berkendara. Biayanya berkisar Rp 3 juta–Rp 5 juta (sekitar USD 185–310), masih sebanding dengan mobil sekelasnya.
Gear Oil pada Reduction Gear
Mobil listrik memang tidak memiliki transmisi kompleks, tetapi tetap memakai reduction gear yang membutuhkan pelumasan. Gear oil ini menjaga kinerja roda gigi yang menyalurkan tenaga dari motor listrik ke roda.
Kondisinya perlu dipantau saat servis berkala untuk memastikan pelumasan tetap optimal.
Minyak Rem dan Oli Kompresor AC
Minyak rem bersifat higroskopis (menyerap air), sehingga tetap perlu diganti berkala demi menjaga performa pengereman. Selain itu, oli kompresor AC juga perlu diperiksa karena sistem pendingin kabin tetap bekerja seperti pada mobil konvensional.
Pemilik Dokter Mobil, Lung Lung, menyebut cairan-cairan ini sering luput dari perhatian pemilik EV.
“Perawatannya simpel. Ada gear oil, minyak rem, coolant, sama oli kompresor AC,” katanya.
Sistem Kelistrikan dan Kabel Tegangan Tinggi
Saat servis, teknisi juga memeriksa kabel tegangan tinggi (ditandai warna oranye), konektor, dan modul kontrol daya. Pemeriksaan ini memastikan tidak ada kebocoran isolasi, korosi, atau gangguan koneksi yang bisa memengaruhi performa.
Pengecekan visual dan diagnostik rutin penting karena komponen ini menjadi jalur utama distribusi listrik dari baterai ke motor.
Jadwal Servis Tetap Ada Meski Minim Penggantian Part
Hyundai menyarankan untuk melakukan servis berkala dilakukan setiap 15.000 km atau satu tahun sekali, mencakup pemeriksaan sistem kelistrikan, pendingin baterai, kaki-kaki, serta penggantian filter AC.
Di luar komponen habis pakai seperti ban dan wiper, umumnya tidak ada penggantian part besar pada periode tersebut.
Selain komponen teknis, pola pengisian daya juga berpengaruh besar. Terlalu sering fast charging, membiarkan baterai di bawah 10 persen, atau terus mengisi hingga 100 persen dapat mempercepat degradasi.
Level ideal penggunaan harian berada di kisaran 20–80 persen, sembari memastikan sistem pendingin baterai bekerja optimal.
Perawatan mobil listrik memang lebih sederhana, tetapi bukan berarti bisa diabaikan. Pemeriksaan rutin pada lima komponen ini menjadi kunci menjaga performa kendaraan sekaligus memperpanjang usia baterai.
Ikuti Detak Media
