Detak.media — PT Gudang Garam Tbk (GGRM) masih menghadapi tantangan pemulihan volume penjualan meski mencatat lonjakan laba bersih pada kuartal I-2026. MNC Sekuritas menyimpulkan rekomendasi untuk saham GGRM adalah hold dengan target harga Rp 18.000.
Perusahaan mencatat pendapatan Rp 20,1 triliun pada kuartal I-2026, turun 8,8% secara kuartalan dan melemah 12,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan itu terutama dipicu melemahnya penjualan produk rokok konvensional.
Kinerja Keuangan Kuartal I-2026
Meskipun pendapatan menyusut, laba bersih GGRM melesat menjadi Rp 1,5 triliun — naik 242% kuartal ke kuartal dan 1.330,6% secara tahunan. Menurut MNC Sekuritas, realisasi laba tersebut setara dengan 51,7% dari estimasi mereka dan 51% dari estimasi konsensus untuk 2026.
Margin juga mengalami perbaikan. Margin laba kotor tercatat 15,6%, margin laba operasional 10,1%, dan margin laba bersih 7,6%. Sebagai perbandingan, pada kuartal IV-2025 margin masing-masing 12,2% (kotor), 4,3% (operasional), dan 2% (bersih); sedangkan pada kuartal I-2025 masing-masing 8,7%, 1,4%, dan 0,5%.
Pendorong Laba dan Efisiensi Biaya
MNC Sekuritas menilai lonjakan laba GGRM pada kuartal I-2026 terutama didorong oleh rasionalisasi biaya, termasuk pengurangan biaya tenaga kerja. Beban operasional dipangkas menjadi Rp 1,2 triliun, turun 35,2% secara kuartalan dan sekitar 35% secara tahunan dari Rp 1,8 triliun pada kuartal sebelumnya.
Perbaikan didukung oleh penurunan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya produksi serta pengendalian beban operasional. Pengurangan kompensasi karyawan dan biaya perjalanan dinas turut menekan beban; jumlah karyawan turun menjadi 21.454 orang pada Maret 2026 dari 28.033 orang pada Maret 2025.
“Meskipun kebijakan tidak menaikkan tarif cukai hasil tembakau pada 2026 dan penegakan hukum yang lebih ketat terhadap rokok ilegal dapat memberikan dukungan, kami menilai faktor tersebut belum cukup untuk mengimbangi tekanan regulasi yang lebih luas dan pelemahan daya beli masyarakat,”
ungkap Catherine Florencia M, analis MNC Sekuritas.
Risiko Permintaan dan Diversifikasi Bisnis
MNC Sekuritas menegaskan pemulihan volume penjualan merupakan tantangan terbesar bagi prospek GGRM. Tren downtrading — peralihan konsumen ke produk berharga lebih rendah — diperkirakan berlanjut sepanjang 2026 dan berpotensi menekan volume penjualan.
Sementara itu, upaya diversifikasi usaha ke sektor infrastruktur belum memberi kontribusi material terhadap kinerja konsolidasi. Proyek seperti Bandara Dhoho di Kediri dan jalan tol Kediri-Tulungagung masih mencatatkan rugi; segmen infrastruktur melaporkan kerugian Rp 79,6 miliar pada kuartal I-2026.
Rekomendasi dan Valuasi
Berdasarkan berbagai pertimbangan, MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi hold untuk saham GGRM dengan target harga Rp 18.000. Target itu mencerminkan rasio price to earnings (PE) 9,9 kali untuk estimasi 2026 dan 7,8 kali untuk proyeksi 2027, serta price to book value (PBV) 0,5 kali untuk proyeksi 2026 dan 2027.
Ikuti Detak.media
