Detak Media — Anggapan bahwa mobil listrik tidak bisa didorong saat mogok kembali mencuat setelah insiden kendaraan tersangkut di perlintasan kereta. Pandangan ini dinilai tidak sepenuhnya tepat, karena pada kondisi tertentu mobil listrik tetap bisa dipindahkan secara manual.
Pengamat otomotif Mahaendra Gofar menegaskan, kunci utamanya ada pada satu hal: posisi transmisi harus bisa masuk ke netral (N).
“Bukan berarti mobil listrik tidak bisa didorong, bisa, asalkan bisa masuk ke posisi netral,” ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (1/5/2026).
Menurut dia, perbedaan paling krusial antara mobil listrik dan mobil konvensional terletak pada sistem pemindah gigi yang sepenuhnya elektronik (electronic shifter), bukan mekanis.
Electronic Shifter Bergantung pada Daya Listrik
Pada mobil listrik modern seperti Hyundai Ioniq 5, Wuling Air ev, dan Tesla Model 3, perpindahan posisi transmisi dari P (park) ke N (netral) sepenuhnya dikendalikan sistem elektronik.
Artinya, harus ada suplai daya minimal agar tuas bisa dipindahkan.
“Karena menggunakan electronic shifter, harus ada daya supaya bisa diubah dari posisi parkir ke netral,” kata Gofar.
Ketika mobil listrik mati total dan tidak memiliki daya sama sekali, roda otomatis terkunci di posisi parkir. Kondisi inilah yang sering disalahartikan masyarakat sebagai “mobil listrik tidak bisa didorong”.
Peran Penting Baterai 12 Volt yang Sering Terlupakan
Fakta di lapangan menunjukkan, banyak kasus mobil listrik tidak bisa menyala bukan karena baterai traksi habis, melainkan baterai 12V drop.
Baterai kecil ini berfungsi menyalakan:
- Sistem kontrol kendaraan
- Electronic shifter
- ECU
- Pengunci pintu
- Layar dan sistem dasar kendaraan
Jika baterai 12V masih memiliki daya, pengemudi masih bisa:
- Mengaktifkan mode netral
- Mengaktifkan towing mode (mode derek)
- Melepas rem parkir elektrik
Dalam kondisi ini, mobil listrik sangat mungkin didorong secara manual.
Solusinya pun mirip mobil biasa: jumper aki 12V.
Tidak Bisa Dihidupkan dengan Cara Didorong
Meski bisa dipindahkan, mobil listrik tetap tidak bisa dihidupkan dengan cara didorong seperti mobil manual bermesin bensin.
Motor listrik hanya aktif jika sistem kendaraan menyala dan baterai traksi terhubung ke inverter. Putaran roda akibat dorongan tidak akan memicu motor listrik bekerja.
Sebagian orang mengira dorongan roda bisa mengisi baterai lewat regenerative braking. Ini keliru.
Fitur regenerative braking hanya aktif saat:
- Sistem kendaraan menyala
- Mobil dalam mode berkendara normal
Saat mobil mati total, fitur ini tidak aktif sama sekali.
Kapan Mobil Listrik Boleh Didorong?
Mobil listrik masih boleh didorong jika:
- Baterai 12V masih aktif
- Transmisi bisa dipindahkan ke netral
- Rem parkir elektrik bisa dilepas
- Hanya untuk jarak sangat pendek demi menghindari bahaya
Di luar kondisi itu, pemindahan kendaraan harus menggunakan derek yang sesuai prosedur pabrikan.
Kesimpulan: Ini Bukan Mitos, Tapi Sering Disalahpahami
Mobil listrik bisa didorong, tetapi tidak selalu.
Syaratnya jelas: sistem masih punya daya untuk mengaktifkan mode netral. Jika mati total, roda terkunci dan mobil memang tidak bisa digerakkan manual.
Kesalahpahaman ini muncul karena banyak orang belum memahami peran baterai 12V dan sistem electronic shifter pada mobil listrik. Dalam situasi darurat, pemahaman dasar ini bisa sangat menentukan keselamatan di jalan, terutama di titik rawan seperti perlintasan kereta.
Ikuti Detak Media
