Detak Media — PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mencatatkan penurunan kinerja pada kuartal I-2026. Pendapatan usaha perseroan turun menjadi Rp 2,36 triliun dari Rp 2,7 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya, sementara laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tertekan menjadi Rp 277,62 miliar dari Rp 305,87 miliar.
Penurunan itu disebabkan oleh merosotnya penjualan perumahan tapak, sehingga total pendapatan tercatat turun 12% secara tahunan dan laba bersih setelah pajak (PATMI) turun 8% year on year.
Rekomendasi Analis dan Pergerakan Saham
Mandiri Sekuritas dalam publikasi Investor Digest 30 Juni 2026 tetap merekomendasikan buy untuk saham BSDE dengan target harga Rp 1.360 per saham.
Saat pengumuman tersebut, harga saham BSDE tercatat melemah 4,39% menjadi Rp 545 pada perdagangan Selasa, 30 Juni 2026. Sejak awal tahun, saham emiten properti Grup Sinar Mas ini anjlok 39,78%.
Valuasi dan Potensi Cuan
Rasio price to book value (PBV) BSDE tercatat 0,26 kali menurut data pada aplikasi Stockbit Sekuritas. Sementara price earnings ratio (PER) annualized tercatat 10,39 kali.
Berdasarkan target harga Mandiri Sekuritas sebesar Rp 1.360, potensi kenaikan harga saham BSDE mencapai sekitar 149,5% dari level pasar saat itu.
Kondisi Keuangan
Selain penurunan pendapatan dan laba, BSDE juga mencatat peningkatan rasio utang bersih setelah melakukan penarikan pinjaman lebih besar. Pernyataan ini disampaikan dalam laporan kuartal I-2026 yang diaudit.
Data dan rekomendasi yang disebutkan bersumber dari laporan keuangan kuartal I-2026 dan publikasi Mandiri Sekuritas pada 30 Juni 2026.
Ikuti Detak Media
