Detak Media — Pelaku usaha di Jawa Barat mulai menyiapkan produk ekspor menuju pasar Eropa dengan memanfaatkan Digital Product Passport yang menggabungkan teknologi RFID dan blockchain. Upaya ini bertujuan memenuhi tuntutan transparansi, keberlanjutan, dan keterlacakannya produk di pasar global.
Implementasi teknologi tersebut diperagakan pada produk rempah Java Spices dari Cijeruk, Bogor, serta sejumlah kerajinan bambu. Pelacakan mencakup rantai produksi dari penanaman bibit di lahan organik hingga proses pengemasan.
Amiranto Adi Wibow, CEO PUNDI & INA Trading, menjelaskan bahwa regulasi di Eropa mengharuskan penerapan RFID dan blockchain mulai 2030, sehingga Digital Product Passport menjadi keharusan bagi produk yang dikirim ke sana.
“Regulasi di Eropa untuk penerapan RFID dan Blockchain di Eropa mulai tahun 2030, maka Digital Product Passport wajib ada disetiap produk yang dikirim ke Eropa, dan INA Trading hadir untuk mempertemukan pelaku usaha dan buyer di seluruh dunia, mereka dapat membeli barang yang sudah dijamin keasliannya menggunakan PERURI RFID Blockchain dan dipindai menggunakan aplikasi mobile INA Trading,”
PERURI Smart Card turut mengukur jejak karbon dengan perangkat IoT yang terpasang di lahan organik, truk, dan pabrik. Muchrizal, CEO PERURI Smart Card, menyatakan semua perangkat IoT tersebut terhubung dengan platform INA Trading dan PERURI Digital Security untuk mengimplementasikan RFID dan blockchain.
Dari kurasi produk yang digelar di Bandung dan Jawa Barat, tercapai kesepakatan kerja sama antara PUNDI/INA Trading dengan Polaris serta Java Spices/Archipelago. Kesepakatan mencakup penggunaan PERURI RFID Blockchain pada kemasan botol rempah dan pada produk olahan bambu seperti kursi, meja, dan home decor untuk pasar Belanda serta beberapa negara Eropa Timur termasuk Serbia.
Rencana pengiriman dilakukan dengan kontainer untuk program End of Year Sales 2026 di Eropa dan penempatan produk di toko-toko lokal. Kerja sama melibatkan PERURI Smart Card, PERURI Digital Security, dan PUNDI/INA Trading.
Ginung Pratidina, konsultan marketing komunikasi, menyoroti pentingnya penyesuaian strategi komunikasi untuk tiap negara tujuan di Eropa. Ia menyebut pengemasan, pilihan warna, dan storytelling di konten media sosial perlu diperbaiki sebelum pengiriman agar sesuai preferensi pasar setempat.
Ketika produk sampai ke konsumen, RFID yang tertanam dapat dipindai menggunakan aplikasi untuk menampilkan informasi seperti asal bahan baku, identitas perajin, lokasi produksi, material yang digunakan, jejak karbon, sertifikasi, serta status keaslian yang telah diverifikasi melalui blockchain.
Peruri Digital Security menyediakan teknologi tanda tangan digital, smart contract, dan sistem keamanan digital untuk menjaga integritas data produk. Sementara itu, PUNDI menyediakan infrastruktur blockchain dan platform digital yang mencatat seluruh perjalanan produk secara transparan dan sulit dimanipulasi.
Langkah Selanjutnya
Pemanfaatan RFID dan blockchain pada kemasan diharapkan menjadi bagian dari persiapan pelaku usaha Jawa Barat untuk memasuki pasar Eropa, sekaligus menjawab kebutuhan pelacakan dan verifikasi produk secara digital sepanjang rantai pasok.
Ikuti Detak Media
