Detak.media — PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) kembali mencatatkan laba pada kuartal I-2026, didorong kenaikan harga jual rata-rata dan penurunan biaya produksi emas, sementara kontribusi awal Tambang Emas Pani mulai menggerakkan pertumbuhan perusahaan.
KB Valbury Sekuritas menyebut MDKA meraih laba bersih US$57,5 juta pada kuartal I-2026, berbalik dari rugi bersih US$27,3 juta pada kuartal sebelumnya, dan memproyeksikan pendapatan perusahaan meningkat pada 2026–2027.
Proyeksi Pendapatan dan Laba
Dalam riset tertanggal 13 Juli 2026, analis KB Valbury, Ashalia Fitri Yuliana, memperkirakan pendapatan MDKA mencapai US$3,13 miliar pada 2026 dan US$3,73 miliar pada 2027. Laba bersih diperkirakan bisa mencapai US$239 juta pada 2026, pulih dari rugi bersih US$62 juta pada 2025.
Ashalia menilai perbaikan kinerja terutama akan ditopang oleh peningkatan produksi Tambang Emas Pani secara struktural, yang mulai memberi kontribusi perdana pada kuartal I-2026.
“Peningkatan produksi secara bertahap Tambang Emas Pani diperkirakan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan pendapatan dan laba Merdeka Copper Gold (MDKA),” kata Ashalia.
Rekomendasi dan Target Harga
KB Valbury mempertahankan rekomendasi buy untuk saham MDKA dengan target harga Rp3.100. Penetapan target ini menggunakan metode sum of the parts (SOTP), yang menilai tiap unit usaha atau aset secara terpisah lalu menjumlahkannya untuk memperoleh nilai wajar keseluruhan.
Menurut riset tersebut, target harga mencerminkan valuasi EV/EBITDA sebesar 7,4 kali untuk proyeksi 2026 dan rasio P/E 18,7 kali.
Sementara itu, MNC Sekuritas menaikkan proyeksi laba bersih MDKA tahun ini sebesar 25% menjadi US$144 juta dan menyesuaikan target harga menjadi Rp4.350 dari sebelumnya Rp3.000.
Valuasi Saham Saat Ini
Riset mencatat saat ini saham MDKA diperdagangkan pada standar deviasi minus dua (-2SD) dibandingkan rata-rata valuasi tiga tahun terakhir, dengan rasio EV/EBITDA sebesar 13,3 kali, yang menurut analis menempatkan valuasi di bawah rata-rata historis.
Ikuti Detak.media
