Detak Media — Merek otomotif asal China, Jetour, memperkenalkan SUV listrik konsep terbarunya, Jetour TX, di ajang Beijing Auto Show 2026. Kemunculan mobil listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV) ini langsung memicu spekulasi bahwa Jetour tengah menyiapkan penantang serius bagi SUV listrik yang sudah lebih dulu populer di Indonesia, yakni Jaecoo J5 EV.
Meski masih berstatus mobil konsep, sinyal ekspansi Jetour ke pasar elektrifikasi global—dengan Indonesia disebut sebagai salah satu pasar prioritas—membuat kehadiran Jetour TX dinilai bukan sekadar pajangan pameran.
Sinyal Kuat Ekspansi Jetour ke Indonesia
Presiden Jetour International, Ke Chuandeng, dalam pemaparannya di Beijing menegaskan bahwa Asia Tenggara, termasuk Indonesia, menjadi fokus penting dalam strategi elektrifikasi Jetour ke depan. Strategi global bertajuk Travel+ yang diusung Jetour menekankan pengembangan kendaraan ramah lingkungan untuk pasar internasional.
Jetour sendiri sudah lebih dulu masuk ke Indonesia lewat model SUV bermesin konvensional seperti Jetour Dashing dan Jetour T2. Langkah tersebut dipandang sebagai fondasi sebelum pabrikan memperkenalkan model elektrifikasi, baik hybrid maupun listrik murni.
Desain Retro Modern yang Jadi Daya Tarik

Secara visual, Jetour TX tampil berbeda dari kebanyakan SUV listrik yang mengusung desain futuristis. Mobil ini justru mengedepankan gaya retro-modern dengan bodi cenderung mengotak, mengingatkan pada SUV klasik era 1990-an.
Ciri paling mencolok ada pada penggunaan lampu depan dan belakang berbentuk bulat, dipadukan dengan garis bodi tegas dan proporsi yang terlihat kokoh. Siluetnya sekilas mengingatkan pada Jetour T1, namun dengan karakter yang lebih unik dan ikonik.
Jetour belum membuka detail interior maupun spesifikasi teknis seperti kapasitas baterai, tenaga motor listrik, jarak tempuh, serta kemampuan pengisian cepat. Hal ini wajar mengingat unit yang dipamerkan masih dalam tahap konsep menuju produksi massal.
Potensi Head-to-Head dengan Jaecoo J5 EV
Jika benar masuk Indonesia, posisi Jetour TX hampir pasti akan berhadapan langsung dengan Jaecoo J5 EV yang saat ini menjadi salah satu SUV listrik paling kompetitif di kelas harga terjangkau.
Sebagai gambaran, Jaecoo J5 EV memiliki spesifikasi yang sudah teruji di pasar global:
- Jarak tempuh (WLTP): ±402 km
- Tenaga maksimum: 155 kW
- Torsi: 288 Nm
- Kapasitas baterai: sekitar 60 kWh
- DC fast charging: 30–80% dalam ±28 menit
- Fitur: layar 13,2 inci, panoramic roof, 360 camera, wireless charger 50W, kursi ventilated & heated
Di Indonesia, Jaecoo J5 EV dipasarkan mulai Rp 309,9 juta tergantung varian.
Rentang harga inilah yang diperkirakan akan menjadi acuan jika Jetour TX benar-benar dipasarkan di Tanah Air.
Strategi Bertahap: Hybrid Dulu, Listrik Menyusul
Jetour mengindikasikan bahwa strategi masuk pasar Indonesia untuk elektrifikasi kemungkinan dimulai dari model Plug-in Hybrid (PHEV) terlebih dahulu. Langkah ini dinilai lebih realistis melihat kesiapan infrastruktur dan preferensi konsumen Indonesia yang masih dalam tahap transisi menuju kendaraan listrik penuh.
Setelah ekosistem dianggap siap, model BEV seperti Jetour TX berpeluang besar menyusul.
Masih Konsep, Tapi Arahnya Sudah Jelas
Hingga kini, Jetour belum mengumumkan jadwal produksi massal maupun rencana peluncuran resmi Jetour TX di Indonesia. Namun, kemunculannya sebagai SUV listrik konsep di Beijing Auto Show 2026 menegaskan arah pengembangan Jetour ke depan.
Dengan desain yang kuat, positioning di segmen SUV ringkas, dan dukungan strategi global elektrifikasi, Jetour TX dinilai punya modal besar untuk menjadi rival serius Jaecoo J5 EV bila benar masuk pasar Indonesia.
Untuk saat ini, status Jetour TX memang masih sebatas konsep. Namun arah langkah Jetour sudah cukup jelas: Indonesia menjadi target penting dalam peta ekspansi mobil listrik mereka.
Ikuti Detak Media
