Detak Media — Pembalap Spanyol, Jorge Martin, mengakui bahwa daya saing Yamaha Factory Racing pada era regulasi baru MotoGP 2027 masih sulit diprediksi. Pernyataan itu cukup mengejutkan karena Martin santer dikabarkan telah menyepakati kepindahan ke pabrikan Jepang tersebut untuk proyek jangka panjang.
Alih-alih menunjukkan optimisme, Martin justru menegaskan bahwa saat ini “mustahil untuk mengetahui” apakah Yamaha akan mampu kembali ke barisan depan ketika regulasi 850cc mulai berlaku.
Yamaha Masih Berjuang Keluar dari Krisis Performa
Dalam beberapa musim terakhir, Yamaha terpuruk di papan bawah klasemen konstruktor. Upaya besar sudah dilakukan, termasuk pengembangan mesin V4 untuk menggantikan filosofi inline-four yang lama mereka pertahankan. Namun, perubahan teknis itu belum langsung berbuah hasil di lintasan.
Kondisi ini membuat langkah Martin menuju Yamaha dinilai sebagai keputusan berisiko, terlebih ia saat ini membela Aprilia Racing yang justru tampil impresif di awal musim 2026.
Dalam wawancara dengan Motosan, Martin ditanya apakah Yamaha dan Honda akan memiliki peluang lebih besar setelah perubahan regulasi 2027 dibanding dominasi pabrikan Eropa saat ini.
“Saya tidak tahu, hanya waktu yang bisa menjawab. Saat ini mustahil untuk mengetahui. Tidak ada yang bisa tahu. Yang penting adalah fokus pada momen sekarang dan menikmati motor yang saya kendarai,” ujar Martin.
Pernyataan ini dinilai tidak lazim bagi pembalap yang dikaitkan dengan proyek masa depan sebuah tim, karena biasanya narasi yang dibangun cenderung optimistis.
Aprilia Sedang Dominan, Martin Masih Kandidat Juara
Bersama Aprilia, Martin justru berada dalam situasi kompetitif. Tim asal Noale itu menyapu bersih tiga seri pembuka musim 2026, termasuk Sprint GP Amerika.
Martin kini hanya terpaut empat poin dari rekan setimnya, Marco Bezzecchi, di klasemen sementara. Situasi ini memunculkan spekulasi bahwa Martin bisa saja menyesal jika benar-benar meninggalkan tim yang sedang berada di puncak performa.
Spekulasi kepindahan Martin makin menguat setelah Aprilia dikabarkan telah mengamankan tanda tangan Francesco Bagnaia sebagai pengganti untuk musim berikutnya. Artinya, jalan Martin menuju Yamaha nyaris tidak memiliki ruang untuk dibatalkan.
Antusias Sambut Regulasi Baru MotoGP 2027
Terlepas dari keraguan soal Yamaha, Martin justru sangat antusias menyambut perubahan besar regulasi pada 2027. MotoGP akan menggunakan mesin 850cc, mengurangi perangkat aerodinamika, serta melarang ride-height device.
Menurut Martin, motor akan menjadi lebih “instingtif” dan membuka peluang duel serta aksi salip yang lebih sering.
“Tanpa terlalu banyak bantuan aerodinamika dan perangkat, akan ada lebih banyak overtaking dan pertarungan. Ini akan lebih menarik untuk penonton dan pembalap,” katanya.
Sebagai pembalap yang akan pindah tim, Martin berpotensi tidak mendapat kesempatan menguji motor spesifikasi 2027 lebih awal dibanding pembalap yang memperpanjang kontrak. Namun, muncul wacana ‘general amnesty’ yang memungkinkan seluruh pembalap mencoba motor baru pada tes pascamusim di Valencia.
Jika disetujui, kesempatan itu bisa membantu Martin beradaptasi lebih cepat dengan proyek Yamaha di era baru.
Ikuti Detak Media
