— Dominasi luar biasa Nicolo Bulega di World Superbike (WorldSBK) dengan 19 kemenangan beruntun sejak akhir musim lalu hingga paruh musim 2026, ditambah pengalamannya sebagai pembalap penguji pabrikan Ducati di MotoGP, semakin membulatkan tekadnya untuk promosi ke kelas utama di MotoGP 2027. Namun, ambisi pembalap berusia 26 tahun ini dihadapkan pada persaingan ketat dan kepastian kursi yang masih abu-abu di tengah rumor line-up tim MotoGP musim mendatang.

Perjalanan Nicolo Bulega di dunia balap motor dimulai sejak usia muda, menorehkan berbagai prestasi di kejuaraan minimoto Italia sebelum menjuarai Kejuaraan Dunia Junior Moto3 CEV pada 2015. Debutnya di Grand Prix Moto3 pada tahun yang sama dan kiprahnya di Moto2 menjadi batu loncatan sebelum ia memutuskan hijrah ke Kejuaraan Dunia Supersport (WorldSSP) pada 2022. Keputusan ini terbukti jitu, dengan Bulega meraih gelar juara WorldSSP pada 2023 melalui 16 kemenangan dari 24 balapan.

Musim 2024 menjadi babak baru di WorldSBK bersama tim pabrikan Aruba.it Racing – Ducati. Langsung menunjukkan taringnya, Bulega berhasil meraih enam kemenangan dan finis sebagai runner-up di musim debutnya. Performa impresif ini berlanjut di musim 2025, di mana ia kembali mengamankan posisi runner-up dengan raihan 14 kemenangan dari 36 balapan.

Nasib Nicolo Bulega di Ujung Tanduk, Aprilia Buka Jalan ke MotoGP 2027

Menguji Keberuntungan di Kelas Para Raja

Puncak performa Bulega terlihat jelas pada paruh pertama musim 2026. Ia bukan hanya konsisten meraih kemenangan, tetapi memecahkan rekor dengan 19 kemenangan beruntun. Puncaknya adalah hattrick di Sirkuit Most, Republik Ceko, Mei 2026, yang membuatnya memimpin klasemen sementara dengan keunggulan 95 poin.

Di tengah rentetan kesuksesannya, Bulega juga dipercaya Ducati untuk mengisi peran pembalap penguji resmi MotoGP sejak pertengahan 2025. Pengalaman ini semakin mengobarkan mimpinya untuk berlaga di MotoGP. Ia bahkan sempat merasakan atmosfer balap MotoGP, menggantikan Marc Marquez yang cedera dalam dua seri terakhir musim 2025 dan berhasil mengumpulkan dua poin.

Pernyataan Tegas dan Harapan di MotoGP

Menanggapi dominasinya di WorldSBK dan peluangnya di MotoGP, Bulega tak ragu menyatakan keinginannya.

“Saya pikir sekarang saya layak mendapat kesempatan di MotoGP. Jika saya tidak mendapatkannya, saya tidak tahu. Yang pasti, saya tidak akan senang,” tegasnya.

Ia mengakui kebahagiaannya di World Superbike, namun menegaskan bahwa impian MotoGP tetaplah impian yang terus ia kejar.

“Saat ini saya sangat, sangat bahagia di World Superbike, tetapi impian itu tetaplah impian. Jadi kami sedang berbicara dengan beberapa tim di MotoGP, dengan manajer saya, dan kami akan segera lihat apa yang akan saya lakukan tahun depan,” tambahnya.

Kompleksitas Peluang dan Persaingan Ketat

Meski Bulega telah menunjukkan potensi luar biasa dan bahkan menjajal motor MotoGP Ducati untuk spek 2027, jalannya menuju kursi MotoGP tidaklah mulus. Persaingan di kelas utama sangatlah ketat. Bulega dikabarkan menjadi salah satu kandidat untuk VR46 Racing Team, namun ia harus bersaing dengan nama-nama lain seperti Luca Marini (yang kabarnya berpotensi kembali ke Ducati) dan Fermin Aldeguer.

Direktur Olahraga Ducati, Mauro Grassilli, sempat mengungkapkan keraguan pada Mei 2025 mengenai transisi Bulega ke MotoGP, mengacu pada perbedaan signifikan antara motor Grand Prix dan Superbike, serta perubahan ban yang akan digunakan di MotoGP mulai 2027. Namun, Grassilli juga mengakui bahwa Ducati perlu mempertimbangkan kembali strategi membawa talenta muda dari Superbike ke MotoGP.

Bulega sendiri sadar akan tantangan adaptasi. Pengalamannya di MotoGP Portugal 2025 membuktikan bahwa penyesuaian dengan motor MotoGP memang diperlukan. Meski demikian, ia optimis peran sebagai pembalap penguji akan sangat membantunya.

Ducati dan Nicolo Bulega Beda Visi, Peluang Debut MotoGP Kian Tipis

Namun, laporan terkini mengindikasikan bahwa Bulega bukanlah prioritas utama Ducati untuk MotoGP 2027, dan sebagian besar kursi tim pabrikan Italia tersebut telah terisi. Masa depan Bulega di MotoGP masih menjadi tanda tanya besar yang menarik untuk diikuti.